JEMBER, ewarta.co – Tumpahan tetes tebu sepanjang kurang lebih 400 meter di Jalan Nasional Brawijaya, Dusun Jubung Lor, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, memicu kemacetan dan menyebabkan sejumlah kendaraan tergelincir, Rabu (12/8/2026) pagi. Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Jember dan para relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan.
Ketua Baret Rescue NasDem, David Handoko Seto, menyebutkan pihaknya menerima laporan warga terkait tumpahan cairan kental tersebut sekitar pukul 07.00 WIB. Saat meninjau lokasi, ditemukan sejumlah pemotor jatuh dan mobil tergelincir akibat permukaan jalan yang sangat licin.
"Warga sekitar sempat membantu membersihkan jalan dengan menampung cairan tetes tebu ke dalam timba dan jereligen," ujar David.
"Melihat kondisi yang membahayakan, kami langsung menghubungi Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo. Alhamdulillah, direspons cepat dengan mengirimkan petugas beserta armada truk tangki air untuk penanganan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa laporan tumpahan masuk ke Pusdalops BPBD sekitar pukul 07.35 WIB. Insiden ini mengakibatkan kemacetan panjang serta memicu kecelakaan lalu lintas.
"Tercatat empat pengendara sepeda motor jatuh dan dua pengemudi mobil tergelincir. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," terang Edy.
Tim Reaksi Cepat (TRC-PB) BPBD Jember bergerak ke lokasi pada pukul 07.45 WIB. Proses pembersihan dilakukan secara sinergis bersama Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Tagana Dinsos, Baret Rescue, relawan, serta masyarakat setempat. Petugas menyemprotkan air bertekanan tinggi dan menyikat permukaan aspal agar sisa cairan tetes tebu yang lengket dan licin hilang sepenuhnya.
"Penanganan selesai pukul 09.30 WIB. Saat ini arus lalu lintas sudah kembali aman, terkendali, dan jalan telah bersih total," jelasnya.
Edy pun mengimbau perusahaan maupun sopir armada pengangkut tetes tebu agar lebih waspada serta memastikan wadah atau muatan tertutup rapat. Mengingat, ceceran tetes tebu di jalan raya sangat rawan memicu kecelakaan fatal.
Guna mencegah kejadian berulang, BPBD Jember merekomendasikan kepada dinas terkait untuk memperketat pengawasan terhadap armada pengangkut tetes tebu yang melintasi jalur nasional, sekaligus memasang rambu peringatan di titik-titik rawan.
"Proses evakuasi dan pembersihan berjalan lancar tanpa kendala. Kami mengucapkan terima kasih kepada warga dan jajaran relawan yang bergerak cepat membantu mengamankan lokasi," pungkas Edy.
Sebagai informasi, Jalan Brawijaya Sukorambi merupakan jalur nasional padat yang rutin dilintasi armada pengangkut hasil pertanian. Kejadian serupa sempat beberapa kali terjadi dan tergolong rawan terulang, terutama saat memasuki musim giling tebu. (Hafit)










