TP-PKK Kotamobagu All Out Dukung Finalis Duta Remaja Cegah Stunting Sulut 2026

Tags

 

Kotamobagu, eWarta.co – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Kotamobagu menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung upaya pencegahan stunting dengan memberikan dukungan penuh kepada perwakilan daerah pada ajang Pemilihan Duta Remaja Cegah Stunting tingkat Provinsi Sulawesi Utara 2026.

Ketua TP-PKK Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, bersama Wakil Ketua Resty Mangkat Somba dan jajaran pengurus Pokja IV, hadir langsung di Balai Pelatihan Kesehatan Manado guna memberikan dukungan moril kepada dua finalis asal Kotamobagu.

Dua peserta yang mewakili Kotamobagu dalam kompetisi tersebut yakni Chrismart Imanuel Jourdan Palenewen dan Megrisa Hidayat Lesena, yang sebelumnya berhasil terpilih melalui seleksi tingkat kota.

Kehadiran jajaran TP-PKK dinilai menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong keterlibatan generasi muda pada isu kesehatan, khususnya percepatan penurunan angka stunting.

Ketua TP-PKK Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, menegaskan dukungan yang diberikan bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk motivasi bagi para peserta untuk tampil maksimal di grand final.

“Kami hadir untuk memastikan putra-putri terbaik Kotamobagu mendapat dukungan penuh. Kami optimistis mereka mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama baik daerah,” ujar Rindah.

Senada dengan itu, Wakil Ketua TP-PKK Kotamobagu, Resty Mangkat Somba, turut mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada peserta melalui media sosial resmi penyelenggara sebagai bentuk partisipasi bersama.

Ajang Pemilihan Duta Remaja Cegah Stunting sendiri merupakan program TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara yang bertujuan meningkatkan peran remaja dalam menyosialisasikan pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta pencegahan pernikahan usia dini sebagai langkah strategis menekan prevalensi stunting.

Melalui ajang tersebut, TP-PKK Kotamobagu berharap para finalis tidak hanya mampu menorehkan prestasi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat dalam upaya pencegahan stunting di daerah.***