Tinjau Banjir Mumbulsari, Gus Fawait Ungkap Pendangkalan Sungai dan Sampah Jadi Pemicu Utama

 

JEMBER, eWarta.co – Agenda "Bupati Jember Ngantor di Desa" (Bunga Desaku) yang digelar di Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, diwarnai guyuran hujan deras pada Senin (6/4/2026). Curah hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Mumbulsari meluap hingga merendam jalan raya utama kecamatan dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa.

​Meski akses jalan terhambat banjir, antusiasme ribuan warga, kader posyandu, RT/RW, hingga tokoh masyarakat dari tujuh desa tidak surut untuk mengikuti rangkaian acara hingga tuntas.

​Usai rangkaian acara, Bupati Jember H. Muhammad Fawait (Gus Fawait) didampingi Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, langsung turun ke lapangan meninjau titik luapan air yang berdekatan dengan area Pasar Mumbulsari.

​Di lokasi tersebut, terlihat air sungai meluber ke badan jalan, memaksa pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat untuk mencari rute alternatif guna menghindari kemacetan dan mogok kendaraan.

​"Kami baru saja menyelesaikan agenda Bunga Desaku dan langsung memantau dampak banjir. Kondisinya memang air sungai sudah meluap ke jalan protokol kecamatan," ujar Gus Fawait kepada media.

​Gus Fawait mengidentifikasi dua faktor utama penyebab banjir genangan tersebut: pendangkalan dasar sungai dan tumpukan sampah yang menyumbat aliran di bawah jembatan.

​Sebagai langkah awal, Pemkab Jember akan mengerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi darurat guna mengantisipasi banjir susulan jika hujan kembali turun.

​"Kami akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat terkait normalisasi permanen, mengingat kewenangan pengelolaan beberapa aliran sungai berada di tingkat tersebut. Kami juga akan memetakan sungai-sungai lain yang mengalami pendangkalan serius," tegasnya.

​Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menyatakan dukungannya terhadap langkah darurat Pemkab. Ia mengungkapkan bahwa Jember memiliki alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 15 miliar pada APBD awal yang siap digunakan untuk penanganan bencana.

​"Kita punya pos BTT yang bisa segera dicairkan untuk kepentingan kedaruratan. Jika nantinya dirasa kurang untuk mengatasi banjir secara menyeluruh, akan kami usulkan penambahan pada Perubahan APBD 2026 mendatang," terang Halim.

​Selain mengandalkan APBD, Ahmad Halim juga menyebutkan bahwa Jember mendapatkan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam pembenahan infrastruktur penahan air. Hal ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan titik-titik rawan banjir di seluruh Kabupaten Jember. (Adv)

​Penulis: Hafit

Foto: Bupati Jember Gus Fawait saat meninjau lokasi banjir genangan di pertigaan Kecamatan Mumbulsari.