BENGKULU, ewarta.co - Dari 100 Callender Of Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar Ekraf) RI tahun 2020, tiga diantaranya merupakan agenda tahunan yang ada di Provinsi Bengkulu, salah satunya yaitu Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu.
Ketiga festival yang masuk calender of event tersebut dua diantaranya lagi merupakan Festival Tabut dan Festival Bumi Rafflesia.
Event-event seperti ini, selain dari tujuan untuk menampilkan beragam budaya, namun juga menumbuhkan serta menggerakkan ekonomi kecil dan menengah, maka pada setiap Festival didorong seperti para pelaku UMKM, industri kreatif, fashion serta kuliner, agar dapat bertumbuh dan berkembang dengan bagus.
Dikatakan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, beberapa waktu lalu Ia menyampaikan presentasi di Kemenpar Ekraf, beliau menyampaikan kritik dan saran dari dirinya untuk beberapa event yang dilaksanakan di Bengkulu, bahwa setiap event yang dilaksanakan harus mempunyai ciri khas tersendiri.
"Saya menyampaikan auto critick untuk event kita sendiri, agar masing-masing event itu ada karakteristiknya, Jangan semuanya tarian dhol, jadi orang nggak bisa membedakan ini event apa," katanya kepada awak media, Sabtu Malam (16/11).
Kalau Tabut, lanjutnya, itu ditunjukkan betul mengenai arak-arakan nya, Sedangkan untuk Festival bumi Raflesia ditonjolkan mengenai bunga raflesia seperti seminar Raflesia, napak tilas lokasi mekarnya bunga Raflesia, dan sebagainya.
Sementara, untuk Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu, akhirnya memunculkan hal-hal yang berbau laut, seperti olahraga maupun lomba-lomba yang dipusatkan di pesisir pantai, selain itu juga ditunjukkan kuliner laut (sea food).
"Dua (event) yang akan kita Gagas di 2021, yang keempat itu ada Spot Tourism Bencoolen, dan yang terakhir itu BMFES kemarin, Bencoolen Marine Festival," tambah Rohidin.
Jika lina event besar Bengkulu ini sudah masuk dalam Callender Of Event Kemenpar Ekraf RI, maka yang menggerakkan bukan hanya pemerintah Provinsi Bengkulu saja kan juga Kemenpar Ekraf RI juga ikut andil.
"Mudah-mudahan di tahun 2021, kalau lima event sudah berstandar Internasional, dan dibiayai oleh Kemenpar Ekraf, menurut saya itu keberhasilan kita bersama," demikian Rohidin. (Nay)









