Terisolir, Molek: Kendaraan Menuju Lebong Tandai Terguling

Kondisi Molek terguling yang sempat di abadikan oleh warga
Create: Fri, 15/02/2019 - 15:17
Author: Redaksi

 

Bengkulu Utara, eWarta.co - Sangat Ironis Perhatian Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara tak Kunjung dirasakan oleh Masyarakat Lebong Tandai, janji akan membuka akses jalan tapi hingga saat ini tidak juga terealisasikan, akibatnya laka tunggal kembali terjadi, Transportasi Molek hingga terguling, Kamis (14/2).

Dilansir dari media Radarutara.id Penumpang yang menjadi korban berjumlah empat orang yakni One, Surya, Dana dan Roni.

Informasi yang berhasil dihimpun satu diantara empat korban ada yang tersiram air panas dari mesin penggerak Molek dan tiga korban lainnya mengalami luka memar pada bagian kepala, kaki dan badannya.

Hingga berita ini diturunkan, keempat korban yang sempat dibawa ke Puskesmas Perawatan Napal Putih itu, dalam kondisi selamat dan dapat melanjutkan perjalannya kembali ke Desa Lebong Tandai.

Saat dikonfirmasi awak media, Kades Lebong Tandai, Supriadi membenarkan insiden laka tunggal gerbong Molek yang menyebabkan empat warga terluka.

Diceritakan Kades, kejadian bermula saat kendaraan Molek yang dikendarai oleh mantan Kades Lebong Tandai itu menempuh perjalanan dari Air Tenang menuju Desa Lebong Tandai.

Sesampainya di jalur Sumpit, akibat kondisi tanah penahan di jalur rel perlintasan Molek labil dan longsor membuat kendaraan Molek yang mengangkut empat orang itu, terbalik hingga keluar dari rel.

"Tanahnya labil, longsor dan membuat rel yang dilintasi Molek miring sampai terbalik, dulu jalur ini sudah diperbaiki lewat program Bakti TNI. Tapi begitulah, perbaikan yang pernah kita lakukan tidak bisa menjamin akses transportasi kita aman. Buktinya hari ini insiden kecelakaan kembali terjadi," terang Kades.

Kades Lebong Tandai berharap, wacana pembukaan akses jalan darat ke Lebong Tandai tidak ditunda-tunda lagi oleh pemerintah daerah, karena jika kondisi ini terus dibiarkan di khawatirkan bisa menimbulkan korban jiwa mengingat rute yang dilewati sebagian besar jurang yang curam

"Ini lah alasan kenapa kami benar-benar mendesak pemerintah agar merealisasikan jalan darat. Kami tidak ingin kecelakaan terus terjadi sampai menimbulkan korban jiwa. Pemerintah harus memikirkan persoalan yang sedang kami hadapi saat ini dengan segera melaksanakan pembukaan jalan darat,'' desaknya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Perawatan Napal Putih, Josen Sibarani, SKM, membenarkan bahwa petugas medis yang ada di lGD sempat melakukan perawatan kepada korban insiden laka tunggal Molek yang ingin menuju Desa Lebong Tandai.

"Sempat ditangani petugas kitan, dan semuanya tidak ada yang dirawat inap. Setelah mendapat pertolongan medis mereka langsung melanjutkan perjalanan ke Lebong Tandai," demikian Josen.