JAKARTA, eWarta.co — Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengatakan Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang kelautan dan kemaritiman dalam jumlah besar. Kebutuhan tersebut dinilai mendesak seiring besarnya potensi ekonomi biru Indonesia yang belum sepenuhnya dikelola dengan dukungan SDM dan institusi pendidikan yang memadai.
Hal itu disampaikan Sultan saat menerima kunjungan Rektor atau President Korean Maritime and Ocean (KMO) University Prof. Dr. Ryoo Dong Keun di ruang kerjanya, Senin (14/9). Sebagai alumni KMO University, Sultan menyambut baik peluang kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam pengembangan SDM kemaritiman.
“Sebagai alumni KMO kami mengucapkan selamat datang di lembaga DPD RI. Indonesia sangat berkepentingan untuk belajar dan bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi khusus ilmu kemaritiman dan kelautan seperti KMO University,” ujar Sultan.
Menurut Sultan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi ekonomi biru yang sangat besar sehingga membutuhkan institusi pendidikan kemaritiman dan kelautan yang lengkap, unggul dan bertaraf internasional. Potensi tersebut mencakup industri perikanan, produksi garam hingga pemanfaatan laut sebagai penyimpan karbon atau carbon storage.
“Lautan Indonesia sangat kaya akan SDA, baik industri perikanan, garam hingga potensi carbon storage,” kata mantan Ketua HIPMI Bengkulu itu.
Karena itu, Sultan mendorong pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat pendidikan tinggi di bidang kemaritiman dan kelautan. Menurutnya, keberadaan sekolah tinggi ilmu pelayaran yang sudah ada perlu diperkuat dengan pengembangan institusi pendidikan yang lebih luas untuk menjawab kebutuhan industri dan ekonomi biru.
Sultan juga meminta pemerintah daerah ikut mengambil peran dengan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menempuh pendidikan kemaritiman di luar negeri. Ia menilai investasi pada SDM penting untuk mendukung pengembangan industri perikanan, perkapalan sekaligus memperkuat keamanan laut Indonesia.
“Menyiapkan SDM unggul di bidang kemaritiman dan kelautan sangat penting dan mendesak guna mendukung program prioritas pemerintah khususnya dalam meningkatkan industri perikanan, perkapalan hingga keamanan laut,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor KMO University Prof. Dr. Ryoo Dong Keun mengatakan pihaknya membuka kesempatan bagi anak muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di KMO University melalui program kuliah gratis. Selain pendidikan, KMO juga menawarkan kesempatan magang bagi SDM Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dan memperoleh pengalaman kerja di perusahaan pelayaran Korea.
“Kami juga memberikan kesempatan magang kepada SDM Indonesia untuk mengembangkan kapasitas serta pengalaman kerja di bidang pelayaran di banyak perusahaan pelayaran Korea. Indonesia memiliki SDM yang sangat banyak, namun masih sedikit yang konsen di bidang kemaritiman dan kelautan,” katanya.
Ryoo juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan pendidikan dan keilmuan di bidang kemaritiman dan kelautan. Ia berharap dukungan Sultan sebagai Ketua DPD RI dapat mendorong perhatian pemerintah Indonesia terhadap pengembangan ekonomi biru sekaligus memperkuat kerja sama pendidikan dan SDM antara kedua negara.
“Kami membutuhkan bantuan dan dukungan Ketua DPD RI untuk mendorong Pemerintah Indonesia agar dapat memberikan perhatian khusus pada masa depan blue economy. KMO University akan sangat senang dapat bekerja sama dengan Indonesia dalam menyiapkan SDM unggul bagi Indonesia dan Korea,” ujarnya.










