JEMBER, ewarta.co – Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya sekadar menyampaikan kebijakan, tetapi juga memastikan setiap program dapat diketahui dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Jember, Gus Fawait, saat menghadiri Temu Kader Posyandu dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Kecamatan Umbulsari, Selasa (3/11/2026).
Di hadapan ratusan kader Posyandu, Gus Fawait mengajak para kader untuk menjadi bagian dari gerakan pembangunan hingga tingkat desa sekaligus berperan sebagai penggerak informasi program pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Fawait menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Kabupaten Jember tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen.
“Membangun Jember tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus membangunnya bersama-sama, termasuk melibatkan para guru dan kader Posyandu,” ungkapnya.
Gus Fawait juga menitipkan pesan khusus agar para kader Posyandu turut menyampaikan berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember kepada masyarakat luas. Salah satunya terkait akses layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, sehingga masyarakat memahami kemudahan dalam memperoleh layanan kesehatan gratis di puskesmas maupun rumah sakit sesuai ketentuan yang berlaku.
"Jika ada warga yang sakit, sampaikan bahwa berobat sekarang sudah mudah dan gratis lewat program UHC Prioritas Pemkab Jember," tegasnya.
Selain kesehatan, perhatian khusus juga diarahkan pada sektor pendidikan. Gus Fawait menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Pemkab Jember memberikan beasiswa kepada 11.000 anak untuk melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kesempatan tersebut, menurutnya, perlu disosialisasikan secara masif. Para kader diharapkan turut menginformasikan program beasiswa ini agar semakin banyak anak Jember yang memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.
Gus Fawait menegaskan bahwa kader Posyandu memiliki posisi yang sangat strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya para ibu dan anak. Kedekatan tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam membantu pemerintah menyampaikan informasi sekaligus menyerap kebutuhan warga di tingkat akar rumput.
Penulis: Hafit










