Tanpa Didampingi Bidan, Warga Ilir Talo Melahirkan di Mobil, Bayi MD

Create: Sat, 30/08/2025 - 13:20
Author: Redaksi

 

SELUMA, eWarta.co -- Nasib pilu dialami oleh Yesi, warga Desa Talang Panjang, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma. Dirinya terpaksa melahirkan di dalam mobil milik tetangga tanpa didampingi oleh bidan dari puskesmas Ilir talo ataupun bidan didesa setempat saat akan di bawa ke rumah sakit di Kota Bengkulu pada sabtu (23/9) minggu yang lalu. Bayi meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. 

Pun Yah ibunda Yesi menceritakan, saat diperiksa di puskesmas ilir talo yang terletak di desa talang panjang menjelaskan, saat diperiksa oleh bidan puskesmas, bidan tersebut menjelaskan bahwa yesi hanya sakit perut dan belum mau lahiran, kemudian bidan tersebut mengarahkan untuk membawa pasien ke rumah sakit. 

Selanjutnya pun yah meninta membawa anaknya ke rumah sakit mengunakan mobil ambulance, namun mobil ambulance tidak berada di tempat, kemudian pihak puskesmas mengarahkan keluarga untuk meminjam mobil tetangga. Keluarga pasien langsung membawa yesi ke rumah sakit mengunakan mobil tetangga dan tanpa didampingi oleh bidan setempat. 

"Diperiksa kandungan Yesi, dia ini sakit perut belum mau melahirkan, jadi bawakla ke rumah sakit, trus saya tanya ambulance mana, kami kami mau pakai ambulance, kemudian katanya ambulance sedang berada di padang batu, jadi cari la mobil tetangga lalu langsung kami bawa ke rumah sakit umi, " Jelasnya, Jumat (29/8/2025) 

Kembali dijelaskan, saat dalam perjalanan menuju kerumah sakit di kota Bengkulu pasien (Yesi) lahiran dijalan, tepatnya di jalan lintas Bengkulu Desa Tumbuaan kecamatan Lubuk Sandi. 

Dalam proses lahiran tersebut Yesi lahiran di dalam mobil. Tanpa memiliki pengalaman yang cukup, Pun Yah (ibunda Yesi) dan dibantu kakak ibunya yesi juga turut membantu proses lahiran. 

"lahirnya itu di Desa tumbuaan pada pukul 14.00 wib, trus sampai di babatan kami cari bidan,setelah menemukan bidan Kata bidan di Babatan itu 'saya tidak bisa membantu '. Bidan di kelurahan babatan juga sempat menanyakan mana bidan dari Desa. 

Yang lahiran itu kami la yang membantu, saya dengan kakak saya la yang membantu lahirannya. Bayinya meninggal di jalan, ibunya tudak sadarkan diri, " Sambungnya. 

Turut dijelaskan, setibanya di rumah sakit ummi kota Bengkulu pasien (yesi) langsung mendapatkan pertolongan medis, namun anaknya dipastikan sudah meninggal dunia. 

"Kemudian kami langsung lanjut ke rumah sakit umi. Kata dokter rumah sakit umi itu mana bidan, trus saya menjawab tidak ada. Kami sudah dua kali mengalami hal seperti ini, yang dulu meninggal juga, " Tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak puskesmas ilir Talo Desa talang panjang masih belum memeberikan klarifikasi terkait megapa mobil ambulance tidak berada di tempat, dan kenapa pihak puskesmas tidak memberikan pendampingan saat pasien dibawa ke rumah sakit di Kota Bengkulu (Rns)