Tak Kunjung Tuntas, Pengerukan Alur Pulau Baai di Pertanyakan, Warga Mulai Pesimis dan Meragukan

Create: Sun, 27/04/2025 - 17:33
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWarta.co -- Cerita pengerukan pendangkalan alur Pulau Baai Bengkulu seakan belum menemui titik pasti sampai kapan akan berakhir,  kapan alur ini selesai dan bisa dilewati kapal besar guna mengangkut dan mengantar berbagai kebutuhan untuk masyarakat bengkulu, baik itu logistik, bbm, penumpang dan masih banyak lagi.

Sebelumnya PT Pelindo menjanjikan Kapal Keruk yang akan di datangkan dari pusat, namun hingga akhir bulan April ini, kapal yang dijanjikan belum juga muncul. Pekerjaan pengerukan pun masih dilakukan dengan alat eksavator yang jauh dari memenuhi standar pengerukan.

Kapal KM Pulau Telo yang diketahui merupakan kapal pengangkut hasil bumi dan penumpang tujuan pulau enggano - bengkulu, sampai hari ini dikabarkan belum bisa masuk ke Pelabuhan Pulau Baai karena pendangkalan alur pelayaran yang menyebabkan kapal terpaksa berlabuh di luar pelabuhan (anker), Minggu (27/04/2025).

Sehingga penumpang pun diangkut menggunakan kapal transit untuk membantu pengantaran dari Kapal KM Pulau Telo ke dermaga.

Dalam proses evakuasi ini, beberapa kapal membantu, yaitu;

    - Kapal Pandu Pelindo: 1 unit

    - Kapal RIB Bakamla RI: 2 unit

    - Kapal Nelayan PT SSM: 1 unit

    - Kapal Nelayan PT DRB: 1 unit

    - Kapal TNI AL Lanal Bengkulu: 1 unit

Sementara jumlah penumpang yang diangkut ke Kapal Bakamla RI sebanyak 137 orang dengan tujuan pulau enggano sedangkan penumpang dari Kapal Pulo Tello sebanyak 116 orang di langsir ke dermaga.

Anggota dewan kota Bengkulu yang juga Wakil Ketua INSA, Edi Hariyanto menyampaikan banyak keluhan dari masyarakat kapan alur pelabuhan bisa di lewati seperti biasa, dan mempertanyakan penanganan ini ke Pemerintah daerah juga pihak Pelindo Bengkulu.

"Tiap hari selalu ada yang bertanya kapan pelabuhan bisa normal lagi dan kenapa kok lama banget pengerjaanya, kami pesimis,"sampai Edi meneruskan keluhan masyarakat.

Pendangkalan alur pelabuhan Pulau Baai telah menyebabkan berbagai masalah, termasuk;

- Keterlambatan dan penghentian transportasi laut

- Keterbatasan kapasitas kapal yang dapat masuk ke pelabuhan

- Dampak ekonomi pada daerah sekitar akibat terhambatnya ekspor dan impor.

Upaya pengerukan alur pelabuhan dikabarkan akan dianggarkan 1 Triliun tetapi mana, sampai hari ini belum ada kerja nyata jadi kesannya seperti Pe Ha Pe aja untuk masyarakat. (**)