Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Sujono, mengeluarkan seruan untuk menjaga keberlangsungan seni tradisional Kuda Kepang di wilayah Bengkulu. Menurutnya, upaya ini menjadi sangat penting untuk melindungi warisan budaya yang semakin terancam oleh perubahan zaman.
"Saya memberikan apresiasi kepada para pemuda yang aktif dalam melestarikan seni daerah, terutama Kuda Kepang atau kuda lumping," ujar Sujono dalam pernyataannya.
Beliau menegaskan bahwa pelestarian seni tradisional ini tidak boleh terlewatkan, dan berencana untuk memberikan bantuan nyata kepada kelompok seni, terutama kelompok seni Kuda Lumping di Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah pada tahun 2024, Rabu (28/2/24).

"Penting bagi kita untuk mengalokasikan dana sekitar Rp 200 juta, yang akan bermanfaat bagi empat kelompok seni, dua di setiap wilayah," tambahnya.
Sujono juga menekankan pentingnya kerjasama antara berbagai kelompok seni dalam memastikan keberlanjutan warisan budaya. Ia mendorong kelompok seni lainnya untuk aktif mengajukan proposal guna mencegah kepunahan warisan budaya yang semakin langka.
"Kolaborasi antar kelompok etnis, seperti antara suku Jawa dan Rejang di Bengkulu Utara, sangat penting dalam melestarikan seni Kuda Lumping," jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi semacam ini merupakan kunci untuk menjaga dan mengembangkan praktik budaya autentik secara bersama-sama. (Adv)









