Sle-Rakan, Kedai Lintas Masa Kembali Dibuka

Sle-Rakan, Kedai Lintas Masa Kembali Dibuka
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Orang mengira perkawinan kuliner nusantara adalah hal aneh dan jarang terjadi, namun tidak dengan dua pelaku usaha pinggiran ini.

Kembalinya kuliner khas minuman Kopi SLE Bengkulu berkolaborasi dengan Kedai Rakan Mie Aceh adalah sebuah terobosan. 

Berawal dari kegelisahan pegiat unit mikro kecil menengah di masa pandemi, Bagus Yuarto sang peracik kopi tradisional ingin menghadirkan menu lebih menantang dari biasanya. 

Bagus Yuarto mengatakan kembali dibukanya warung kopi khas rempah-rempah ini muncul saat kegelisahannya menyatukan lintas komunitas di masa pandemi COVID-19. Apalagi sejak terbakarnya kedutaan SLE di kawasan Pantai Panjang Bengkulu, menjadikan  lintas komunitas anak muda seperti kehilangan tempat berkumpul. 

Bagus mengatakan bulan Ramadan menjadi momentum dibukanya kedai ini. Ide mengawinkan menu lintas masa juga menjadi tantangan baginya.

Dua menu andalan tentunya, Mie Aceh dan Kopi SLE yang konon akan memanjakan lidah para penikmat kuliner antimainstream. Sebab, paduan pedasnya mie Aceg dan hangatnya Kopi SLE jadi alasan tersendiri bagaimana UMKM ini kembali hidup.

Keduanya memiliki kesamaan pola racik rempah-rempah. 

SLE berbahan dasar kopi dicampur jahe dan kayu manis serta irisan jeruk nipis, berpadu dengan biji kapulaga dan juga cengkeh dihidangkan dengan gula aren di suhu 90 derajat celsius. 

Sementara Mie Aceh adalah masakan pedas khas Aceh berbahan mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut (udang dan cumi) disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Tersaji dalam tiga jenis, Mie Aceh Goreng (digoreng dan kering), Mie Aceh Tumis (dengan sedikit kuah) dan Mie Aceh Kuah (sup). Bertabur bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis demikian kayu manis di dalamnya.

Paduan rasa keduanya berkhasiat menambah vitalitas pria dewasa. Bagi yang memiliki masalah masuk angin dan pegal-pegal, makan Mie Aceh dan minum Kopi SLE bisa menjadi pilihan. Sebab pedas dan hangatnya kedua menu ini dapat membuat penikmat kuliner berbasahan peluh. 

Bagus berharap dibukanya kembali kedai ini jadi tempat berkumpul teman-teman dan berbagi ilmu di meja makan. 

"Moga-moga ini jadi pusat kuliner, tongkrongan dan tempat kawan-kawan semua berkeluh kesah, berbagi pengalaman dan memulai cerita baru," kata dia.

Kedai Rakan ini bertempat di Jalan WS Supratman, sesudah simpang tiga Jalan Bandaraya, atau sekira setengah kilo meter setelah Universitas Bengkulu.

Bermodal Rp10 ribu hingga Rp25 ribu, kamu sudah bisa menikmati dua menu ekslusif ini. Juga tersedia aneka minuman khas lainnya bersama menu yang jarang ditemui di tempat lain. 

Waktu bukanya pun panjang, dari pukul 9.00 WIB sampai pukul 00.00 WIB, para pemburu kuliner dan lintas komunitas dapat menikmati  hidangan dan wejangan pemilik kedai. (Bisri)