BENGKULU, eWarta.co – Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar bumbu film fiksi ilmiah, melainkan realitas yang harus dikuasai hari ini. Menyadari hal tersebut, Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M. Si - Anggota Komisi X DPR-RI Anggota DPR RI Komisi X DPR RI berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar pelatihan intensif bagi mahasiswa, guru, dan dosen di Bengkulu untuk membedah potensi AI dalam dunia pendidikan.

Dalam kegiatan bertajuk pemanfaatan teknologi kekinian tersebut, ditekankan bahwa AI hadir bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai "asisten cerdas" yang mampu mengakselerasi produktivitas.
Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M. Si - Anggota Komisi X DPR-RI Dapil Bengkulu menegaskan, bahwa AI tidak memiliki elemen fundamental manusia seperti kreativitas murni, kasih sayang guru, maupun kedalaman analisis seorang dosen.
"AI adalah asisten yang membuat kerja kita lebih cerdas dan cepat. Dunia pendidikan berubah kilat; jika dulu mencari bahan ajar butuh berjam-jam, kini hanya dalam hitungan detik. Kita di Bumi Rafflesia tidak boleh kalah langkah," tegasnya dalam sambutan pembukaan.
Pelatihan ini membedah secara spesifik bagaimana AI menyentuh tiga elemen kunci pendidikan:
* Mahasiswa: AI diposisikan sebagai teman diskusi untuk membedah konsep sulit dan referensi riset, dengan tetap menjaga integritas serta etika akademik.
* Guru: Membantu penyusunan modul ajar interaktif secara instan, sehingga guru memiliki waktu lebih banyak untuk fokus pada pembinaan karakter siswa.
* Dosen: Mempercepat pengolahan data penelitian dan draf jurnal ilmiah guna mendorong inovasi dari Bengkulu menembus kancah dunia.
Kehadiran Dr. Hanif Fakhrurroja, S.Si., M.T. - Profesor Riset di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi para pejuang pendidikan di Bengkulu untuk menyerap ilmu langsung dari sumbernya.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat sinergi antara kampus dan sekolah agar komunikasi antara dosen, guru, dan mahasiswa semakin inovatif melalui penguasaan teknologi yang seragam.
"AI hanyalah alat. Namun, di tangan orang-orang hebat di Bumi Rafflesia, alat ini akan melahirkan karya-karya besar yang akan membawa daerah kita melompat lebih jauh ke depan," tegas Hanif.









