Sidak SPPG MBG, Komisi II DPRD Seluma Temukan IPAL Bermasalah Hingga Minimnya Pemasok Lokal

Create: Tue, 14/07/2026 - 15:30
Author: Redaksi

 

SELUMA, eWarta.co – Komisi II DPRD Kabupaten Seluma menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Jalan Dua Jalur, Kelurahan Talang Saling, Kecamatan Seluma. Dalam sidak yang berlangsung pada Senin (13/7/2026) tersebut, para wakil rakyat menemukan sejumlah persoalan krusial.

Foto, ewarta.co

​Temuan tersebut meliputi sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur yang diduga bermasalah, pembuangan sampah dapur secara sembarangan di area belakang gedung, hingga ketidakpatuhan terhadap syarat minimal keterlibatan pemasok (suplayer) lokal.

​Sesuai aturan, SPPG diwajibkan bermitra dengan minimal 15 pemasok lokal (petani, nelayan, koperasi, maupun UMKM) untuk menyuplai bahan baku program MBG guna memberdayakan ekonomi daerah dan mencegah monopoli.

​Anggota Komisi II DPRD Seluma, Dody Haryadi, S.Pd., mengungkapkan bahwa sidak ini dilakukan atas petunjuk dan instruksi dari unsur pimpinan DPRD. Dari hasil klarifikasi di lapangan, pihak pengelola SPPG mengakui bahwa jumlah pemasok bahan pokok mereka belum memenuhi standar regulasi.

​"Sidak itu yang pertama kami tanyakan mengenai suplayer. Aturannya minimal ada 15 suplayer, tetapi sewaktu ditanya, Kepala SPPG mengakui bahwa mitra mereka saat ini belum sampai 10 suplayer," ujar Dody, Selasa (14/7/2026).

​Selain masalah kemitraan lokal, Komisi II juga menyoroti sistem drainase dan pengolahan limbah. Dody menyebut grease trap—sistem perangkap yang berfungsi menyaring lemak, minyak, serta sisa makanan—tidak berfungsi dengan optimal, sehingga pembuangan akhir limbah cair dinilai belum memenuhi standar kelayakan lingkungan.

​"Masalah IPAL belum sesuai standar. Air yang keluar dari kotak penampungan limbah terpantau belum bersih, lalu dibuang begitu saja ke tanah warga di belakang SPPG dan akhirnya mengalir ke sungai," lanjutnya.

​Kondisi tersebut diperparah dengan temuan tumpukan sampah yang diduga sengaja dibuang secara sembarangan di area belakang dapur operasional SPPG.

​Menindaklanjuti temuan-temuan ini, Komisi II DPRD Seluma berkomitmen untuk segera menyusun laporan resmi guna diteruskan kepada instansi pengawas terkait, mulai dari Badan Gizi Nasional (BGN) hingga Pemerintah Daerah Kabupaten Seluma.

​"Hasil temuan dari sidak ini nantinya akan segera kami laporkan secara resmi ke pihak pengawas," tegas Dody. (Rns)