Bengkulu, eWarta.co -- Identitas kerangka manusia yang ditemukan di sebuah rumah kosong di Desa Tungkal I, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Wahyu Bin Serut (27), seorang petani asal Desa Kembang Seri yang diduga telah meninggal dunia sekitar satu tahun lalu.
Kepastian identitas tersebut diperoleh setelah jajaran Satreskrim Polres Bengkulu Selatan melakukan proses identifikasi awal terhadap kerangka yang ditemukan warga beberapa hari lalu. Meski identitas korban telah diketahui, penyebab kematiannya masih menjadi tanda tanya dan kini dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Awilzan melalui Kasat Reskrim AKP Reno Wijaya mengatakan kerangka korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Namun, proses penyelidikan tetap berlanjut guna mengungkap kronologi serta penyebab pasti kematian korban.
"Kerangka sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Namun untuk penyebab kematian masih kami lakukan pendalaman dan meminta keterangan lanjutan dari pihak keluarga," kata Reno.
Menurut informasi yang diperoleh, keluarga korban memilih tidak melanjutkan proses autopsi. Setelah proses identifikasi selesai dilakukan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna, kerangka langsung dibawa pulang untuk dimakamkan.
Terungkapnya identitas korban juga menjawab teka-teki mengapa selama ini tidak ada laporan orang hilang yang berkaitan dengan penemuan tersebut. Kepala Desa Kembang Seri, Halimin, menjelaskan bahwa keluarga tidak pernah melaporkan Wahyu ke polisi karena mengira korban masih berada di kebun seperti kebiasaannya selama ini.
"Sudah biasa dia pergi tanpa pamit. Kadang cukup lama berada di kebun, sehingga keluarga mengira dia masih bekerja di sana," ujar Halimin.
Ia mengatakan korban dikenal sebagai petani yang sering beraktivitas di wilayah perkebunan yang berada di Kabupaten Seluma. Kebiasaan itu membuat kepergiannya tidak langsung menimbulkan kecurigaan di lingkungan keluarga maupun warga sekitar.
Halimin juga mengungkapkan bahwa perubahan sikap korban mulai terlihat sejak ibunya meninggal dunia sekitar dua tahun lalu. Sejak saat itu, Wahyu disebut lebih tertutup dan jarang berinteraksi dengan masyarakat.
"Sejak ibunya meninggal, dia lebih sering menyendiri dan kurang bergaul dengan warga," ungkapnya.
Sebelumnya, kerangka manusia tersebut ditemukan pada Sabtu (20/6) sore di dalam salah satu kamar rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni. Penemuan bermula saat pemilik rumah bersama calon penyewa melakukan pembersihan bangunan sebelum ditempati kembali.
Saat memasuki salah satu ruangan, mereka dikejutkan oleh keberadaan kerangka manusia dan segera melaporkannya kepada aparat kepolisian. Petugas yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi temuan tersebut untuk kepentingan identifikasi.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi terhadap Wahyu hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tinggal kerangka di rumah kosong tersebut.









