BENGKULU, ewarta.co - Hari ke tiga pelaksanaan perayaan festival tabut 2019 semakin meriah dilihat dengan antusias masyarakat yang berkunjung ke lokasi.
Pengunjung festival Tabut berasal dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu bahkan ada pengunjung yang datang dari luar negeri.
Kemeriahan festival Tabut 2019 yang dirasakan oleh banyak masyarakat Bengkulu dikemas lebih modern dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Pantauan jurnalis ewarta.co, disepanjang kawasan festival Tabut 2019 lebih tertata rapi dari festival Tabut ditahun sebelumnya, namun ada satu hal yang masih menjadi sorotan dan masih tergolong belum terselesaikan, yakni masalah sampah.
Minimnya tempat pembuangan sampah dan petugas kebersihan yang ada di kawasan festival Tabut 2019 harus menjadi perhatian pihak pengelola festival, pasalnya para pedagang terutama yang berjualan makanan maupun pengunjung di festival Tabut 2019 ini sangat membutuhkannya.
Seperti terlihat di pinggiran tempat kuliner di festival Tabut 2019 di depan Balai Adat Provinsi Bengkulu, terlihat tumpukan sampah menumpuk yang berasal dari sampah pedagang kuliner di area tersebut sehingga kurang nyaman dilihat pengunjung.
Selain itu, di area taman juga terdapat sampah bekas makanan yang dibuang tidak pada tempatnya, padahal sudah ada beberapa tempat pembuangan sampah yang telah disediakan.
"Tabut tahun ini beda dari tahun lalu, pedagangnya sudah tertata dengan baik, kalau dulu kan tiap ada Tabut akses jalannya macet semua, hanya untuk masukan saja pengelolaan sampahnya bisa lebih diperhatikan, tong sampah juga perlu ditambah lagi," ujar Mandala (25), salah satu pengunjung festival Tabut 2019 asal Kabupaten Mukomuko, Selasa (3/9).
Untuk itu, perlu adanya tambahan fasilitas berupa tempat pembuangan sampah di area festival Tabut 2019 ini, selain itu juga diperlukan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat rendah. (Nay)









