Bengkulu, eWarta.co– Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Bengkulu hingga pertengahan 2026 mencapai Rp1,86 triliun dan telah dimanfaatkan oleh 22.142 debitur.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Mohammad Irfan Surya Wardhana, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dari sisi skema pembiayaan, KUR Mikro menjadi program yang paling banyak dimanfaatkan dengan penyaluran Rp1,03 triliun kepada 18.596 debitur, disusul KUR Kecil sebesar Rp681,64 miliar kepada 2.882 debitur.
Sementara sektor pertanian masih menjadi penyerap terbesar pembiayaan KUR dengan nilai Rp1,21 triliun untuk 14.776 debitur, diikuti sektor perdagangan sebesar Rp321,27 miliar dan sektor real estate serta jasa perusahaan Rp129,55 miliar.
BRI menjadi penyalur KUR terbesar di Bengkulu dengan total pembiayaan Rp1,16 triliun kepada 18.585 debitur, disusul Bank Mandiri Rp366,15 miliar dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp175,86 miliar.
Irfan optimis penyaluran KUR akan terus meningkat dan mampu mendorong UMKM naik kelas, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian masyarakat Bengkulu.









