Sempurnakan Data Kemiskinan, 22 Ribu ASN Jember Terjun Verifikasi 97 Ribu Warga Desil 1

 

JEMBER, eWarta.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melakukan langkah masif untuk membenahi akurasi data kemiskinan pada tahun 2026. Sebanyak 22.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dikerahkan langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data warga miskin ekstrem, Senin (20/4/2026).

​Kegiatan verval ini menyasar sekitar 97.000 warga yang masuk dalam kategori Desil 1, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Langkah all-out ini juga menjadi jawaban tegas Pemkab Jember atas dinamika di media sosial terkait pelibatan ASN dalam proses pendataan lapangan.

​Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa pengerahan ribuan ASN ini bertujuan untuk menjamin keakuratan data kemiskinan di wilayahnya.

​"Saya optimistis dengan turunnya ASN langsung ke masyarakat, data yang diperoleh akan semakin presisi. Ini upaya menyempurnakan data yang sudah ada dari BPS maupun pendamping PKH," ujar Gus Fawait, Minggu (19/4/2026) malam.

​Gus Fawait memberikan apresiasi kepada petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang selama ini menjadi garda terdepan pendataan. Namun, ia menilai kehadiran ASN akan memberikan penguatan signifikan agar data benar-benar valid.

​“Petugas BPS dan PKH sudah bekerja keras. Hari ini, para ASN juga meluangkan waktu untuk ikut bekerja keras memberikan kontribusi nyata,” jelasnya.

​Dalam pelaksanaannya, Gus Fawait tidak menampik bahwa interaksi langsung di lapangan memberikan dampak emosional bagi para ASN saat melihat kondisi kemiskinan ekstrem secara nyata. Meski demikian, ia meyakini kebijakan ini adalah jalan terbaik untuk memastikan keadilan sosial.

​“Mungkin ada rasa tidak tega saat melihat kondisi di lapangan. Namun, saya yakin ini kebijakan yang tepat untuk memastikan warga miskin ekstrem mendapatkan hak, perhatian, serta perlindungan yang layak dari negara,” pungkasnya. (Hafit/adv)