Sebut Ada 'Dalang' di Balik Demo Siswa, Kepsek SMPN 5 Seluma Minta Polisi Usut Tuntas

Create: Mon, 13/07/2026 - 17:51
Author: Redaksi

 

SELUMA, eWarta.co – Kondisi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Seluma kembali memanas dan menyita perhatian publik. Ratusan siswa-siswi menggelar aksi demonstrasi pada Senin pagi (13/7/2026), tepat setelah upacara bendera di hari pertama masuk sekolah pasca libur semester.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, para siswa secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka. Dalam aksi tersebut, sebagian murid juga membentangkan poster dan alat peraga demonstrasi yang intinya mendesak agar Kepala Sekolah, Fetri Harneli, dipindahtugaskan.

​Menanggapi aksi anak didiknya, Kepala Sekolah SMPN 5 Seluma, Fetri Harneli, angkat bicara. Ia menduga kuat aksi yang dilakukan siswa-siswi tersebut tidak murni, melainkan telah didalangi atau diprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

​Fetri beralasan, konflik yang terjadi sebelumnya hanyalah sebatas konflik internal antara guru dan kepala sekolah, bukan bersinggungan langsung dengan para siswa.

​Karena menilai aksi ini sudah kelewat batas, Fetri Harneli menegaskan akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Ia berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas siapa dalang atau provokator di balik keterlibatan siswa dalam aksi ini, yang dinilainya telah mencemari nama baik sekolah dan dirinya selaku kepala sekolah.

​"Memohon Polres agar usut tuntas provokator yang melibatkan siswa dalam pencemaran nama baik sekolah dan Kepsek," sampainya kepada awak media, Senin (13/7/2026).

​Fetri menambahkan, aksi tersebut sudah menyerang pribadinya dan menjatuhkan harga dirinya selaku pimpinan sekolah.

​"Karena sudah menyerang harga diri dan nama baik. Biarlah Polres yang usut tuntas," tutupnya.

​Hingga saat ini, aksi demonstrasi tersebut terus menjadi sorotan, mengingat terjadi di hari pertama kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah libur panjang. Peristiwa ini juga menambah panjang polemik yang sebelumnya telah terjadi di SMPN 5 Seluma.

​Diduga kuat, aksi siswa ini merupakan buntut dari konflik internal yang berlarut-larut antara Kepala Sekolah dan Dewan Guru. Diketahui sebelumnya, pihak dewan guru juga telah menyuarakan keinginan agar Fetri Harneli dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah dan dipindahtugaskan. (Rns)