JEMBER, eWarta.co – Sebanyak delapan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, terpaksa menunda keberangkatan mereka ke Tanah Suci karena mengalami masalah kesehatan. Empat jemaah di antaranya, yang merupakan dua pasangan suami istri (pasutri), bahkan sempat dievakuasi dan menjalani perawatan medis di Medan setelah mendadak sakit di dalam pesawat saat penerbangan berlangsung.
Sementara itu, empat jemaah lainnya harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Mereka adalah Bahaudin Sajemur Saundar (warga Sumberjati, Silo), Sundari Modin Sabet (warga Desa Balet Baru, Sukowono), Abd Rohmat (warga Rambigundam, Kecamatan Rambipuji), dan Ahmad Dahlan Said (warga Rowotengah, Kecamatan Sumberbaru).
"Dua pasutri, yaitu Eva Yulianda bersama suaminya warga Balung Lor, Kecamatan Balung, serta Regina dan suaminya, Budiman, warga Desa Karangpaiton, Kecamatan Ledokombo, harus dirawat di Asrama Haji Kualanamu, Medan, karena mengalami gangguan kesehatan saat penerbangan," ujar Anggota Komisi D DPRD Jember, KH. Muhammad Hafidzi Kholis, Selasa (19/5/2026).
Politisi PKB dari Dapil 4 Jember ini menjelaskan bahwa pihaknya terus mengawasi jalannya penyelenggaraan dan pemberangkatan JCH Jember 2026 sejak tahap penganggaran hingga pemberangkatan yang dimulai pada Kamis (14/5/2026). Pengawasan ini dilakukan demi memastikan pelayanan berjalan lancar dan aman.
"Sejak Senin (18/5/2026), kami menerima laporan ada delapan JCH Jember yang tertunda keberangkatannya karena sakit. Empat jemaah dirawat di RS Asrama Haji Sukolilo Surabaya, dan tiga di antaranya kini sudah dinyatakan sembuh serta layak terbang," kata Hafidzi.
Ketiga jemaah yang kondisinya membaik tersebut—Bahaudin, Sundari, dan Abdur Rohmat—telah diterbangkan ke Mekkah Al-Mukarramah dengan bergabung bersama Kloter 105 rombongan Jendral Tulungagung dan Trenggalek.
"Saat ini tersisa satu jemaah di RS Asrama Haji Sukolilo Surabaya, yaitu Ahmad Dahlan Said asal Rowotengah, Sumberbaru, yang masih menunggu hasil pemeriksaan jantung," tambahnya.
Mengenai kondisi dua pasutri yang sempat dievakuasi di Medan, Hafidzi menambahkan bahwa berdasarkan koordinasi dengan penyelenggara haji dan tim kesehatan, kondisi mereka kini telah membaik dan sudah diterbangkan kembali ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
"Pasangan Regina dan Budiman sudah bergabung dengan Kloter 107 asal Blitar dan telah terbang pada Selasa (19/5/2026) pukul 08.00 WIB," jelasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, Nur Sholeh, membenarkan informasi mengenai keberangkatan tiga jemaah yang sempat dirawat di Surabaya serta pasangan Regina-Budiman yang kini tengah menuju Baitullah.
"Saat ini tinggal pasangan Eva Yulianda dan suaminya yang masih menunggu kepastian kloter gabungan. Namun, Eva dan suaminya dipastikan akan berangkat dengan kloter terakhir pada Kamis (21/5/2026) besok," pungkas Nur Sholeh.
Penulis: Hafit
Foto: Anggota Komisi D DPRD Jember, KH. Muhammad Hafidzi Kholis, saat memberikan keterangan pers.









