BENGKULU TENGAH, eWarta.co – Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menargetkan Rumah Sakit Daerah (RSD) Sungai Lemau dapat beroperasi secara penuh pada 2027. Target tersebut disampaikan saat melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan poli di RSD Sungai Lemau, Selasa (6/10/2026).
Dalam kunjungan itu, Rachmat didampingi Direktur RSD Sungai Lemau Ida Riyani, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Kesehatan serta sejumlah pejabat terkait.
Rachmat meninjau langsung sejumlah fasilitas rumah sakit, mulai dari lobi, poli jantung, lift, ruang rawat inap hingga ruang operasi. Ia juga melihat fasilitas High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan sejumlah ruangan lainnya.
Rachmat mengatakan RSD Sungai Lemau menjadi salah satu rumah sakit yang mendapat program bantuan langsung dari pemerintah pusat. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di Bengkulu Tengah.
“RSD Sungai Lemau ini merupakan salah satu kebanggaan kita. Rumah sakit ini juga menjadi salah satu rumah sakit di Provinsi Bengkulu yang mendapatkan program bantuan langsung dari Bapak Presiden,” ujar Rachmat.
Ia menjelaskan, status RSD Sungai Lemau telah meningkat dari tipe D menjadi tipe C dengan kapasitas 100 tempat tidur. Peningkatan status tersebut juga didukung keberadaan sejumlah dokter spesialis dan peralatan medis yang semakin lengkap.
Rachmat meminta masyarakat Bengkulu Tengah tidak ragu memanfaatkan pelayanan di RSD Sungai Lemau. Ia juga mendorong seluruh puskesmas agar mengarahkan rujukan pasien ke rumah sakit daerah tersebut sesuai kebutuhan medis.
“Jadi masyarakat Bengkulu Tengah tidak perlu ragu lagi untuk berobat ke sini. Kita memiliki dokter spesialis, di antaranya spesialis mata, jantung dan lainnya,” jelasnya.
Menurut Rachmat, operasional penuh RSD Sungai Lemau masih membutuhkan sejumlah persiapan. Beberapa peralatan medis masih dalam proses pemenuhan, sementara peningkatan kapasitas tenaga operator dilakukan melalui pendampingan dari RSUD M. Yunus dan Kementerian Kesehatan.
“Sekarang masih dalam proses. Beberapa peralatan masih dilengkapi dan tenaga operator juga sedang mendapatkan pendampingan dari RSUD M. Yunus dan Kementerian Kesehatan,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah menargetkan seluruh proses persiapan dapat diselesaikan sehingga RSD Sungai Lemau bisa memberikan pelayanan secara penuh pada 2027.
“Setelah seluruh proses selesai, rumah sakit ini akan segera kita operasikan secara penuh,” pungkasnya.










