Ringankan Beban Rakyat, Pasar Murah Gus Khozin di Wonojati Ludes dalam 90 Menit

Create: Sun, 03/05/2026 - 20:54
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Ratusan warga Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Jember, menyerbu gelaran pasar murah yang diinisiasi oleh Anggota DPR RI Fraksi PKB, Muhammad Khozin (Gus Khozin), pada Minggu (3/5/2026). Tingginya antusiasme emak-emak yang mengantre membuat seluruh paket sembako ludes hanya dalam waktu 1,5 jam.

Obb

​Kehadiran pasar murah ini menjadi oase bagi masyarakat di tengah tren kenaikan harga bahan pokok yang dipicu oleh dampak geopolitik global. Sebanyak 300 warga Dusun Krajan dan sekitarnya hadir langsung di Balai Desa Wonojati untuk menebus paket sembako berisi beras, minyak goreng, telur, gula, hingga mi instan dengan harga di bawah pasar.

​Gus Khozin, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Khozini, menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar program dadakan, melainkan wujud nyata pengabdian kader PKB kepada konstituennya di Dapil Jember-Lumajang.

​"Ini adalah instruksi langsung dari Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar. Beliau meminta semua kader dan anggota dewan untuk hadir langsung di tengah rakyat, terutama saat masyarakat terhimpit kenaikan harga kebutuhan pokok," ujar Gus Khozin di lokasi kegiatan.

​Beliau menambahkan bahwa kontribusi sekecil apa pun harus diupayakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh warga yang terdampak fluktuasi harga.

​Manfaat pasar murah ini dirasakan langsung oleh Asmiyati, salah satu warga setempat. Menurutnya, perbedaan harga di pasar murah ini sangat membantu dapur tetap ngebul di tengah lonjakan harga di pasaran.

​"Harga-harga sekarang sedang naik, jadi pasar murah seperti ini sangat meringankan beban kami. Terima kasih Gus Khozin dan pihak desa. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa lebih sering digelar," tutur Asmiyati.

​Menanggapi harapan tersebut, Gus Khozin berjanji bahwa program serupa tidak akan berhenti di Desa Wonojati saja. Pihaknya akan terus mengupayakan keberlanjutan program pasar murah untuk meredam dampak gejolak ekonomi di wilayah lainnya. (hafit)