Bengkulu, eWarta.co -- Revitalisasi SMP Negeri 19 Kota Bengkulu mulai berjalan dengan dukungan anggaran Rp2.280.767.000 setelah sekolah tersebut terdampak musibah. Pemerintah Kota Bengkulu memastikan pembangunan kembali fasilitas sekolah dilakukan agar aktivitas belajar siswa dapat berlangsung di lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan musibah yang terjadi justru membuka perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi SMPN 19. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi peluang untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif bagi siswa dan tenaga pendidik.
“Yang pertama tentu kita bersyukur Allah mempertemukan kita di sini dan setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Hikmah yang pertama adalah musibah ini tidak semata-mata membuat kita kewalahan, tetapi ada hikmah lain, asap dari musibah ini mendapat perhatian dari Bapak Presiden dan nanti SMP 19 akan mendapat ruang baru,” ujar Dedy.
Dedy meminta pelaksanaan revitalisasi tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan kualitas bangunan sesuai spesifikasi. Ia meminta tim teknis dan kontraktor mengutamakan kualitas agar fasilitas yang dibangun dapat digunakan dalam jangka panjang.
Kepala SMP Negeri 19 Kota Bengkulu Lia Anggraini mengatakan anggaran revitalisasi tersebut menjadi dukungan penting bagi pemulihan fasilitas sekolah. Ia berharap pembangunan dapat segera rampung sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih baik dan nyaman.
Pekerjaan fisik diawali dengan penentuan titik nol dan koordinasi pelaksanaan di lapangan pada Kamis (10/9/2026). Pemerintah Kota Bengkulu selanjutnya mendorong pekerjaan berjalan tepat waktu dengan pengawasan terhadap kualitas struktur dan pelaksanaan pembangunan.
Revitalisasi ini diharapkan tidak sekadar mengganti fasilitas yang terdampak musibah, tetapi menghasilkan lingkungan sekolah yang lebih layak untuk mendukung kegiatan pendidikan. Dengan anggaran lebih dari Rp2,28 miliar, pembangunan SMPN 19 menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan hak siswa memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai tetap terpenuhi.










