BENGKULU,eWARTA.co -- Rektor Universitas Bengkulu (Unib) Retno Agustina Ekaputri berharap tahapan proses pembangunan rumah sakit pendidikan terintegrasi yang akan didirikan di kawasan eks Politeknik Kesehatan di Kelurahan Padang Harapan tidak mengalami hambatan dan terlaksana tepat waktu.
“Kami sangat membutuhkan pembangunan rumah sakit ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Provinsi Bengkulu. Karena itu diharapkan kerjasama yang optimal dari semua pihak sehingga berbagai tahapan dapat dilaksanakan sesuai target yang telah ditetapkan,” ujarnya, Sabtu (20/11/21).
Retno menyebut saat ini tahapannya masih sebatas finalisasi detail engineering design (DED) di mana laporan hasil perencanaan oleh konsultan DED dari PT Penta Rekayasa.
"Kemarin sudah dilaporkan mengenai Amdalnya, penjelasan proses tender civil work dan langkah-langkah persiapan yang disampaikan tim dari Dirjen Sumber Daya Kemdikbudristek, penjelasan proses akreditasi rumah sakit sesuai peraturan Kementerian Kesehatan RI, dan fungsi rumah sakitnya" kata Retno.
Sebagaimana diketahui, lanjut Retno tujuan pendirian Rumah Sakit Universitas Bengkulu adalah untuk menunjang Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unib dalam mencetak dokter yang kompeten dan professional sehingga berguna untuk kebutuhan daerah Bengkulu.
Kemudian, menunjang pembangunan di bidang kesehatan melalui pengembangan pendidikan dan penelitian secara terpadu, menambah rujukan pelayanan kesehatan bagi rumah sakit dan Puskesmas se-Provinsi Bengkulu serta memberikan alternatif pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Nantinya Rumah Sakit Universitas Bengkulu tipe C seluas 14.950 M2, terdiri dari 6 lantai, dengan total jumlah tempat tidur untuk pasien sebanyak 120 beds.
Ditunjang dengan tujuh sistem layanan spesialistis yang terdiri dari empat bagian mayor yakni layanan bidang bedah, penyakit dalam, kesehatan anak, dan obstetri-ginekologi, serta tiga layanan minor yakni layanan radiologi, patologi klinik, dan layanan anestesi.
Dengan pembangunan ini juga diharapkan tersedianya laboratorium pembelajaran seluas 4905 M2, terdiri dari 3 lantai yang terletak di sekitar Rumah Sakit Universitas Bengkulu.
"Kemudian terpenuhinya sarana dan prasarana Rumah Sakit, serta tersedianya infrastruktur sistem manajemen Rumah Sakit berbasis teknologi informasi," kata Retno.
Pembangunan Rumah Sakit UNIB ini 90 persen didanai oleh Saudi Fund for Development (SFD), dan 10 persen dari total pinjaman akan menggunakan dana pendamping (GOI) terdiri atas APBN, Pemerintah Daerah (APBD), dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). (Bisri)









