Realisasi Anggaran Penanganan COVID-19 dan Serapan APBD Provinsi Bengkulu Rendah

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Edwar Samsi menyayangkan rendahnya serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Bengkulu tahun ini. 

Utamanya pada realisasi anggaran penanganan COVID-19 yang sejauh ini masih mencapai angka 51,22 persen berdasarkan data Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu.

Di mana sampai 16 November secara total di Provinsi Bengkulu, realisasinya di angka 51,22 persen atau Rp 493 miliar untuk tiga fokus penanganan sebesar Rp992 miliar.

"Disayangkan lah jika serapannya masih rendah. Apalagi tahun 2021 tinggal sebulan lagi untuk memaksimalkan penyerapan tersebut dirasa sangat sulit" katanya, Rabu (1/12/21). 

Edwar mengatakan serapan APBD 2021 Provinsi Bengkulu masih rendah dan berada di bawah rata-rata Nasional yakni di angka 65,12 persen per 19 November lalu.

Sementara per 20 November angka serapan APBD Pemprov Bengkulu di angka 63,50 persen atau Rp 1,9 triliun dari pagu anggaran Rp 3 triliun.
 
Selain realisasi penanganan COVID-19, rendahnya serapan anggaran disusul pada dukungan ekonomi yaitu di angka 58,83 persen atau Rp117 miliar dari Rp199 miliar.

Sedangkan pada anggaran jaring pengaman sosial di angka Rp 55,23 persen atau Rp 127 miliar dari anggaran Rp 230 miliar. Sementara itu, untuk presentase penanganan kesehatan berada diangka 46,66 persen atau Rp246 miliar dari Rp532 miliar.

Edwar menilai hal ini menjadi alasan Pemerintah Pusat menganggarkan DAU lebih sedikit dari tahun sebelumnya.

"Serapan anggaran kita masih di angka sekitar 60-70 persen. Seharusnya penyerapan anggaran tidak demikan tetapi harus maksimal," ungkap Edwar. 

"Karena memang kemampuan kita untuk membelanjakan itu yang tidak ada, ini juga menjadi penyebab anggaran yang ada lambat terserap" lanjut Edwar.

Pihaknya berharap dengan anggaran yang sedikit ini, kedepannya penyerapan dapat dilakukan dengan maksimal, terutama pelayanan untuk masyarakat. (Bisri)