Rakor PM-AAS: CPCL 100% Tuntas, NTP Bengkulu Tertinggi se-Indonesia

Create: Fri, 30/10/2026 - 12:42
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co -- Dalam rangka mendukung percepatan pencapaian swasembada berkelanjutan dan memotivasi penyuluh untuk mendorong percepatan tanam padi PM-AAS 100% demi peningkatan produksi dan produktivitas di Provinsi Bengkulu, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bengkulu menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian Mendukung Percepatan Tanam Padi Model PM-AAS Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak Bengkulu, Kota Bengkulu.

Rakor ini dihadiri oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Gubernur Bengkulu, PJ Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu, Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan, Kepala Dinas Kabupaten, Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Pimpinan PIHC Bengkulu, serta stakeholder terkait.

Agenda utama meliputi laporan pelaksanaan kegiatan oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bengkulu (Shannora Yuliasari). Dalam laporannya, Kepala BRMP Bengkulu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Katimker dan Penyuluh Pertanian se-Provinsi Bengkulu atas kerja kerasnya, sehingga target CPCL PM-AAS Provinsi Bengkulu telah tercapai 100%.

Kepala BRMP Bengkulu juga menyampaikan bahwa Menteri Pertanian memberikan perhatian besar kepada penyuluh dengan mengalokasikan bantuan 10.000 unit sepeda motor untuk seluruh penyuluh pertanian di Indonesia sebagai dukungan operasional di lapangan.

Kementerian Pertanian menargetkan tanam 1 juta hektare PM-AAS hingga Desember 2026, dengan Provinsi Bengkulu mendapat target seluas 8.214 ha. Hingga Oktober 2026, capaian LTT padi PM-AAS telah mencapai 1.171,37 ha.

Melalui Rakor ini diharapkan seluruh penyuluh semakin semangat dan solid di lapangan, percepatan tanam PM-AAS dapat tercapai 100%, serta sinergi antara BRMP, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat untuk mewujudkan Bengkulu sebagai lumbung pangan yang mandiri, modern, dan berkelanjutan, tegasnya.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Eko Nugroho Dharmo Putro) dalam arahannya juga menyampaikan apresiasi atas kinerja penyuluh. Ia menegaskan bahwa penilaian kinerja PM-AAS akan menjadi syarat utama untuk mendapatkan kendaraan bermotor dinas kedua. Dari kurang lebih 600 usulan di Bengkulu, sekitar 190 penyuluh akan mendapatkan motor pada tahap pertama yang akan disalurkan secara bertahap hingga November.

"Memang ada pemilihan khusus untuk 10.000 motor tahun ini. Tidak mungkin dengan kinerja biasa-biasa saja. Ini harus dengan kinerja yang luar biasa, jadi mudah-mudahan menjadi motivasi," tegasnya.


Momentum ini semakin kuat dengan capaian membanggakan dari sektor pertanian Bengkulu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) Bengkulu per September 2026 menyentuh 206,79 dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Tingginya NTP di Bengkulu menunjukkan daya tukar pendapatan petani terhadap kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi semakin membaik, didorong oleh mayoritas masyarakat yang mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan serta peningkatan harga komoditas.

Sekaligus membuka acara Rakor, Wakil Gubernur Bengkulu (Ir. H. Mian) memberikan arahan tegas pada Rakor Pendayagunaan Penyuluh Pertanian. Wagub Mian menegaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh program padi Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) melalui alokasi lahan Tahun 2026 yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota.

"Kami apresiasi Kementan RI dengan adanya program ini sebagai strategi baru. Saya harap Kabupaten Kota benar-benar hadir dan turun langsung ke lapangan, bukan hanya di balik meja. Kita harus kawal kegiatan ini dengan optimal," tegas Wagub Mian.

Menurutnya, model PM-AAS dirancang untuk mendongkrak produksi padi secara signifikan bahkan berpotensi melipatgandakan hasil panen per hektare. Ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus mendorong modernisasi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Wagub juga mengajak seluruh jajaran untuk meningkatkan koordinasi dan bekerja nyata, terukur, dan tidak berhenti pada kegiatan administratif semata.

"Kita perlu memastikan setiap program pemerintah memberikan manfaat nyata, menekan biaya produksi, meningkatkan pendapatan petani, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional," ujarnya.

Meski begitu, Bengkulu masih membutuhkan dukungan penuh Pemerintah Pusat, mulai dari bantuan benih, perbaikan jaringan irigasi, ketersediaan pupuk bersubsidi, alsintan, hingga hilirisasi pertanian.

Menutup arahannya, Wagub mengajak semua pihak merapatkan barisan dalam satu kesatuan gerak untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Melalui rakor ini diharapkan terwujud sinergi dan komitmen bersama dalam mengawal percepatan tanam padi Model PM-AAS untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.

#KitaMulaiCaraBaru
#TransformasiBudayaKerja
#HematEnergi
#2TahunGerakNyata