BENGKULU, eWARTA.co -- Usaha budidaya jamur yang dikenal dengan 'Rafflesia Jamur Bengkulu' milik Samadi (54) yang berlokasi di Jalan Padat Karya No 28, Kota Bengkulu saat ini telah berkembang pesat. Beragam jenis jamur yang tersedia mulai dari jamur tiram putih, jamur jamur linghzi, jamur kuping dan lainnya.
Selain jamur, disini juga menjual bibit. Bibit yang dijual juga bervariasi ada bibit induk yang dinamai dengan F0 dan F1, sedangkan untuk bibit tebar itu F2, kemudian bibit siap tanam yang sudah dibungkus dengan plastik.
"Produk kita tidak hanya jamur saja, artinya produk kita itu meliputi bibit yakni bibit F0, F1, F2 sampai bibit siap tanam, ada pelatihan juga, terkadang juga membuat olahan", ucap Samadi, Minggu (20/2/22).
Kemudian, harga masing-masing jamur berbeda-beda, untuk jamur tiram perkilonya berkisaran Rp20 ribu, Jamur Linghzi Rp300 ribu. Sedangkan untuk bibit F0 itu dihargai Rp100 ribu, F1 itu Rp50 ribu, F2 itu Rp7 ribu.
"Kalo linghzi ini kan untuk obat saja dan dijual kering, berbeda dengan jamur tiram itu masih segar dipetik, kemudian jamur kuping juga ada, kalo lagi bikin jenis milky juga ada", tambahnya.

Untuk usia panen sendiri juga bervariasi, seperti halnya jamur linghzi itu siap dipanen ketika waktu 2,5 bulan, jamur tiram sekitar 1,5 bulan dan umurnya hanya 3 hari.
"Ini diproduksi setiap hari agar mendapatkan jamur yang segar,’’ tegas Samadi.
Lebih lanjut Samadi mengungkapkan produksi jamurnya di pasarkan di kota Bengkulu dan kabupaten lainnya sehingga provinsi Bengkulu sudah hampir merata, bahkan sampai ke luar provinsi Bengkulu. Dengan tingginya tingkat permintaan pasar, maka dalam menjalankan produksi jamurnya Samadi dibantu 5 orang karyawan.
"Untuk provinsi Bengkulu sudah merata seperti Kabupaten Kepahiang, Curup, Muko-Muko, Arga Makmur, kaur, Manna, dan lainnya. Terkadang juga sampai pagaralam, linggau", katanya.
Usaha yang dirintis Samadi itu sejak tahun 2007 dengan modal awal sekitar Rp5 juta. Untuk saat ini omset yang di dapatkan Samadi perbulannya berkisar Rp40 juta.
"Diharapkan usaha ini kedepannya akan lebih berkembang lagi dan bisa merekrut karyawan lagi, membantu pemerintah mengurangi pengangguran, dan ini mereka yang tau dari facebook serta di goggle maps juga tertera", pungkasnya. (Septi).









