Bengkulu, eWarta.co – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu resmi meluncurkan inovasi layanan berbasis digital bernama Sistem Laporan Usulan Kerusakan dari Masyarakat (SILAU KEMAS). Program ini hadir untuk mempercepat penanganan berbagai kerusakan fasilitas umum sekaligus memangkas proses birokrasi dalam pelaporan infrastruktur.
Melalui SILAU KEMAS, masyarakat kini dapat dengan mudah menyampaikan laporan terkait kerusakan jalan, drainase tersumbat, maupun fasilitas publik lainnya yang membutuhkan perbaikan. Warga cukup memindai barcode SILAU KEMAS, mengisi formulir digital, mengunggah foto kondisi kerusakan, lalu mengirimkan laporan secara langsung.
Setiap laporan yang masuk akan terhubung dengan pusat data (command center) Dinas PUPR Kota Bengkulu untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh petugas sesuai tingkat urgensi dan kebutuhan di lapangan.
Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, mengatakan kehadiran SILAU KEMAS merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
“SILAU KEMAS ini adalah jembatan langsung antara masyarakat dan kami di Dinas PUPR. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluhan warga mengenai jalan rusak atau drainase yang mampet bisa direspon dengan cepat, tepat, dan efisien. Partisipasi aktif warga sangat kami butuhkan, karena pembangunan Kota Bengkulu yang maju, nyaman, dan tertata adalah tanggung jawab kita bersama. Dari warga, oleh warga, untuk kemajuan bersama,” ujar Noprisman, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, laporan masyarakat yang masuk melalui sistem tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan prioritas perbaikan dan pemulihan infrastruktur di Kota Bengkulu.
Dengan mengusung slogan “Bekerja Keras, Bergerak Cepat, Bertindak Tepat”, Dinas PUPR Kota Bengkulu optimistis SILAU KEMAS mampu menjadi sarana efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur secara merata di seluruh wilayah kota.
Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan layanan ini sebagai bentuk partisipasi aktif dalam mendukung percepatan pembangunan dan perbaikan fasilitas publik di lingkungan masing-masing.









