KOTAMOBAGU, eWarta.co — Video yang memperlihatkan ketegangan antara sejumlah pengusaha di Kota Kotamobagu viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Lapangan Olahraga Padel, Jumat (25/9/2026), sekitar pukul 10.30 WITA.
Rekaman berdurasi sekitar 10 menit itu beredar setelah ditayangkan melalui siaran langsung akun Facebook Norma Ali Paputungan New. Dalam video, terlihat pengusaha muda berinisial NAP alias Norma bersama Umi Dedeng terlibat adu mulut dengan nada tinggi.
Situasi sempat memanas dan nyaris berkembang menjadi kontak fisik. Sejumlah warga dan pengunjung yang berada di lokasi kemudian berupaya memisahkan kedua pihak hingga kondisi kembali terkendali.
Video tersebut selanjutnya menyebar luas di media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Ribuan komentar dan reaksi terlihat pada unggahan yang beredar.
Meski demikian, penyebab pasti perselisihan belum diketahui. Informasi dari seorang warga di sekitar lokasi menyebut cekcok tersebut diduga berkaitan dengan persoalan yang sebelumnya ramai dibahas di media sosial.
“Mungkin gara-gara so baku singgung di media sosial Facebook, akhirnya so baku dendam,” ujarnya.
Pernyataan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang terlibat.
Sikap Dedeng Ikut Jadi Perbincangan
Di tengah polemik tersebut, sikap Umi Dedeng juga menjadi perhatian sebagian pengguna media sosial. Meski ada pihak yang mengaku tidak menyukai sosok Dedeng, sejumlah warganet justru mengapresiasi keberaniannya menyampaikan pandangan secara terbuka.
Bagi kelompok yang memberikan dukungan tersebut, keberanian menyampaikan apa yang diyakini sebagai kondisi sebenarnya dinilai lebih penting daripada sekadar mengikuti opini yang sedang berkembang di media sosial.
Di sisi lain, muncul pula komentar yang menyoroti kecenderungan sebagian pengguna media sosial memberikan dukungan kepada NAP karena melihat latar belakang ekonomi dan kekayaan yang dimilikinya.
Perdebatan itu kemudian berkembang menjadi diskusi mengenai pentingnya menilai sebuah persoalan berdasarkan fakta, bukan berdasarkan popularitas, status sosial maupun kemampuan ekonomi seseorang.
Namun, seluruh pandangan tersebut masih merupakan opini yang berkembang di media sosial dan tidak dapat dijadikan kesimpulan mengenai siapa yang benar maupun salah dalam persoalan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait kejadian tersebut. Klarifikasi dari pihak NAP alias Norma maupun Umi Dedeng juga masih diperlukan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kronologi dan latar belakang perselisihan.
(Rm)










