JEMBER, eWarta.co -- Progres pembangunan kawasan street food di pusat Kota Jember - tepatnya di sepanjang Jalan Kartini hingga Jalan Gatot Subroto - memang baru menyentuh angka 30 persen. Kendati demikian, konsep matang yang diusung proyek ini sudah berhasil mencuri perhatian publik.
Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), memastikan bahwa megaproyek kuliner ini akan menyuguhkan perpaduan visual yang unik. Setiap koridor jalan akan didesain tematik, mulai dari nuansa Nusantara hingga arsitektur Eropa klasik.
Kepastian ini disampaikan Gus Fawait saat meninjau langsung progres pembangunan di lapangan usai menghadiri Karnaval SCTV pada akhir pekan lalu. Didampingi Penjabat (Pj) Sekda Achmad Imam Fauzi dan sejumlah Kepala OPD, Bupati menyusuri trotoar yang nantinya akan diproyeksikan sebagai pusat kuliner malam sekaligus wadah penataan Pedagang Kaki Lima (PKL).
"Kalau dipersentase mungkin baru 25 sampai 30 persen. Jadi kalau dikatakan selesai, belum, masih jauh. Lampu-lampu hiasnya belum terpasang semua, gerobak-gerobak pedagang dengan nuansa Nusantara dan dunia juga belum didistribusikan," ujar Gus Fawait kepada ewarta.co, Rabu (20/5/2026).
Gus Fawait menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah merancang konsep visual yang berbeda untuk tiap ruas jalan agar tidak monoton.
Zona Eropa Klasik: Akan mendominasi area di sekitar gereja di Jalan Kartini. Desain gerobak pedagang di titik ini akan diselaraskan dengan estetika bangunan sekitar agar terkesan mewah dan klasik.
Zona Steril PKL: Khusus area tepat di depan gereja dipastikan bebas dari aktivitas berdagang. Lokasi tersebut akan difungsikan sebagai ruang terbuka publik yang estetis, lengkap dengan ornamen dekoratif dan fasilitas tempat duduk pengunjung.
Akses Kendaraan Tetap Hidup: "Tempat duduknya nanti di trotoar, bukan di badan jalan. Jalannya tetap berfungsi normal untuk kendaraan yang masuk," tegasnya.
Tak ingin berjalan sendiri, Pemkab Jember membuka ruang partisipasi publik yang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menentukan nama resmi kawasan street food ini. Warga Jember dipersilakan mengusulkan ide nama kreatif yang dirasa klop dengan konsep tematik tersebut.
"Kalau ada masyarakat yang mau usul nama, apa saja boleh. Mau pakai nama yang lucu-lucu juga silakan," seloroh Gus Fawait sambil berkelakar.
Di balik konsep estetikanya, proyek street food ini mengemban misi besar sebagai strategi jangka panjang Pemkab Jember dalam menata PKL yang selama ini tersebar tidak beraturan di pusat kota, termasuk di kawasan alun-alun.
Melalui klasterisasi kuliner ini, pemerintah berkomitmen menguatkan ekonomi rakyat berbasis UMKM tanpa harus menggusur mata pencaharian mereka.
"Harapan besar kami, Alun-Alun Jember menjadi jauh lebih rapi dan estetik, sementara para pedagang (PKL) bisa terwadahi dengan fasilitas yang jauh lebih layak di kawasan street food ini," pungkasnya.
Dengan hadirnya kawasan kuliner tematik yang tertata rapi ini, Pemkab Jember optimistis dapat menghidupkan kembali denyut nadi perekonomian pusat kota di malam hari, sekaligus melahirkan ikon wisata baru yang ramah pejalan kaki.
Penulis: Hafit
Foto: Bupati Jember Gus Fawait saat meninjau lokasi









