Program 4 in 1 Pemkot Bengkulu Diapresiasi Ditjen Dukcapil

Create: Fri, 16/10/2026 - 19:47
Author: Admin 3

 

JAKARTA, eWarta.co – Pemerintah Kota Bengkulu mengintegrasikan layanan administrasi kependudukan dan jaminan sosial bagi keluarga aparatur sipil negara (ASN) yang meninggal dunia melalui Program 4 in 1. Inovasi ini memungkinkan ahli waris menerima empat dokumen sekaligus di rumah duka tanpa harus mengurusnya secara terpisah ke sejumlah instansi.

Program tersebut dipaparkan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat mengunjungi Command Center Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Dalam kunjungan itu, Dedy bertemu Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi untuk membahas pengembangan layanan administrasi kependudukan di Kota Bengkulu.

Melalui Program 4 in 1, petugas menyerahkan buku tabungan Taspen beserta jaminan pensiun atau kematian, akta kematian, Kartu Keluarga (KK) yang telah diperbarui, serta KTP elektronik baru bagi pasangan yang ditinggalkan. Penyerahan dilakukan secara simbolis saat takziah malam ketiga di rumah duka, sementara ahli waris cukup menyiapkan dokumen persyaratan seperti fotokopi KTP-el, surat nikah, rekening bank, dan surat keputusan pensiun.

Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kota Bengkulu dengan PT Taspen tersebut. Ia menyebut kerja sama itu sebagai yang pertama di Indonesia dan menilai Kota Bengkulu berpotensi menjadi model integrasi layanan kependudukan dan perlindungan sosial.

Teguh menegaskan, dokumen kependudukan merupakan hak dasar warga untuk memperoleh pengakuan hukum dan mengakses pelayanan publik. Ditjen Dukcapil juga mempercepat digitalisasi penerbitan akta kelahiran secara real-time melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan, menggunakan jaringan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat yang terhubung dengan platform SatuSehat.

Selain layanan bagi keluarga ASN yang berduka, Dedy Wahyudi mendorong pemadanan data antara Super Apps Kota Bengkulu, Ado Galo (Adol), dengan sistem pemerintah pusat. Integrasi tersebut diperlukan agar pemanfaatan data dan layanan digital daerah dapat berjalan lebih akurat serta menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan.

Teguh menjelaskan, pemanfaatan data kependudukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Bengkulu masih perlu ditingkatkan. Saat ini, baru sembilan OPD yang mengakses data kependudukan, sehingga integrasi melalui metode web service dapat dioptimalkan untuk mendukung layanan dalam aplikasi Adol.

Di sisi lain, Ditjen Dukcapil meminta Pemerintah Kota Bengkulu tetap meningkatkan capaian pelayanan dasar di lapangan. Teguh mencatat masih ada sekitar 2.998 warga yang belum melakukan perekaman KTP-el, sehingga Dinas Dukcapil diminta memperluas pelayanan jemput bola dan meningkatkan cakupan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA).

Direktur Bina Aparatur Dukcapil Erliani Budi Lestari menyampaikan, hasil evaluasi kinerja Dinas Dukcapil Kota Bengkulu mencapai nilai 90,00 dengan kategori sangat baik. Capaian tersebut berada di atas rata-rata Provinsi Bengkulu yang tercatat 88,13 dengan kategori baik.

Erliani juga meminta pelayanan jemput bola diprioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, warga yang sedang sakit, dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Untuk memperluas perekaman KTP-el bagi pemilih pemula, Disdukcapil juga didorong bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk menjangkau sekolah-sekolah.

Sementara itu, capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) Kota Bengkulu masih berada di angka 12 persen dari target nasional. Kota Bengkulu juga bersama Kabupaten Bengkulu Selatan dan Bengkulu Utara masuk dalam perluasan wilayah uji coba sistem Perlindungan Sosial Digital Kementerian Sosial, sebagai bagian dari upaya memperluas dan meningkatkan ketepatan penyaluran perlindungan sosial.