Pro Wong Cilik! Waka DPRD Jember Dukung Program Homecare Kesehatan Gratis Sampai ke Rumah Warga

 

JEMBER, ewarta.co – Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait alias Gus Fawait meluncurkan program *Homecare*. Langkah ini langsung disambut DPC PDI Perjuangan Jember yang siap mengawal agar kebijakan benar-benar menyentuh "wong cilik".

“Kalau program baik kita dukung, kalau tidak kita kritik,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, Sabtu 25 Juli 2026.

Widarto menyebut program Homecare adalah langkah tepat. Meski Jember sudah punya UHC dan layanan kesehatan gratis, faktanya masih banyak warga kurang mampu yang kesulitan berobat.

“Langkah dari Pemkab Jember ini sangat baik dan kami mengapresiasi program homecare ini, kami juga siap untuk bersinergi,” ujarnya.

Menurutnya, banyak warga masih terbebani biaya transportasi, konsumsi, dan biaya lain saat harus menunggu di fasilitas kesehatan. 

“Dengan Homecare, biaya-biaya itu bisa dipangkas. Layanan kesehatan datang langsung ke rumah,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Jember ini menyebut PDIP Jember sudah lebih dulu merasakan keresahan warga. Selama ini partai berlambang banteng itu punya 4 armada ambulans lengkap dengan kru yang rutin turun ke lapangan.

“Kami punya 4 armada lengkap dengan krunya yang turun ke lapangan. Dari hasil turun ke bawah memang banyak sekali masyarakat kesulitan untuk menuju fasilitas kesehatan terdekat agar bisa mendapatkan perawatan,” imbuh Widarto.

“Bukan karena layanannya, karena sudah gratis melalui UHC. Melainkan memang banyak yang membutuhkan transportasi menuju faskes,” tegasnya.

PDIP menilai program ini sejalan dengan semangat partai: mengutamakan kepentingan wong cilik.

“Memang seharusnya Pemkab Jember mengutamakan kepentingan wong cilik atau lemah, maka dari itu kami juga mendorong agar program ini bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

Widarto juga memastikan, jika pelaksanaan Homecare butuh tambahan anggaran, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember siap mendorongnya.

“Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan yang sama, tanpa harus khawatir transportasi dan biaya saat menunggu keluarganya di faskes,” pungkasnya.

Dengan sinergi Pemkab dan DPRD, program Homecare ditargetkan menjadi bukti nyata bahwa kesehatan gratis di Jember tidak hanya ada di atas kertas, tapi benar-benar sampai ke rumah warga.

Diketahui, Program ini menyediakan 50 mobil Homecare yang akan ditempatkan di setiap puskesmas. Mobil Homecare akan mendatangi pasien untuk pendampingan, perawatan, pengobatan, dan pemantauan kesehatan. Keluarga pasien juga akan menerima bantuan sembako.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Muhammad Zamroni, SH., M.Si, tidak semua warga Jember berhak menerima layanan ini. Penerima adalah warga miskin hingga miskin ekstrem yang benar-benar tidak mampu menjangkau fasilitas kesehatan. (Hafit)