MANADO, eWarta.co — Pasca menggelar rapat Pergantian Antar Waktu (PAW) beberapa waktu lalu, Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara langsung bergerak cepat melakukan konsolidasi organisasi.
Organisasi kepemudaan yang bernaung di bawah Gerakan Pemuda Ansor itu menggelar Pra Rapat Kerja Wilayah (Pra Rakerwil) yang dirangkaikan dengan pertemuan bisnis Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), di Hotel Luwansa, Manado, Jumat (23/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Ketua PW Ansor Sulut, Hamri Mokoagow, dan dihadiri jajaran pengurus wilayah, pengurus cabang kabupaten/kota, serta perwakilan BUMA se-Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Hamri menjelaskan bahwa Pra Rakerwil digelar untuk membahas garis besar agenda yang akan dibawa pada Rakerwil mendatang, termasuk pembahasan struktur organisasi dan program kerja keansoran menjelang pelantikan pengurus pada Juli 2026.
“Sesuai rencana, pelantikan nanti akan dihadiri Ketua Umum PP Ansor sahabat Adin Jauharudin bersama sejumlah pengurus pusat. Dalam rangkaian pelantikan nanti juga akan digelar beberapa agenda, di antaranya pembahasan potensi pertambangan di Sulut yang dikawal langsung BUMA Sulut, serta launching Ansor University,” ujar Hamri.

Ia menegaskan, GP Ansor harus terus membangun sinergi dengan pemerintah dalam mengawal berbagai program kemasyarakatan. Namun demikian, sikap kritis organisasi tetap harus dijaga ketika menemukan kebijakan atau persoalan yang dinilai bermasalah.
“Ansor lahir untuk menjaga ulama, agama, dan negara. Karena itu, sinergitas dengan pengelola negara menjadi keharusan, terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan kemaslahatan rakyat. Ansor dan Banser harus hadir di tengah masyarakat demi menjaga keberlangsungan negara dan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Perwakilan BUMA Ansor Sulut, Faisal Pranoto, memaparkan sejumlah peluang bisnis yang dapat dikembangkan BUMA di tingkat wilayah maupun kabupaten/kota.

Menurut Faisal, dirinya telah melakukan komunikasi dengan Direktur Utama BUMA pusat terkait berbagai peluang kerja sama usaha yang bisa dijalankan kader Ansor di daerah.
“BUMA ini bersifat holding. Jadi seluruh kader Ansor yang memiliki usaha bisa bekerja sama dengan BUMA. Nantinya akan dilihat bidang usaha apa yang relevan dengan perusahaan yang dikelola BUMA pusat. Dalam mekanismenya juga ada pembagian yang nantinya masuk ke kas organisasi untuk mendukung kegiatan Ansor,” jelasnya.***









