BENGKULU, eWarta.co — Polisi mengamankan seorang siswi SMK berinisial SD untuk dimintai keterangan terkait penemuan jenazah bayi dalam kantong plastik di aliran selokan Jalan Melati RT 15, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Sabtu (19/9/2026).
SD diamankan tim gabungan Unit Opsnal Macan Selebar dan Tim Resmob Macan Gading setelah polisi melakukan penelusuran di sekitar lokasi penemuan. Polisi masih mendalami dugaan keterlibatan SD dalam peristiwa tersebut.
Kapolresta Bengkulu Kombes Rahmat Hidayat melalui Kapolsek Selebar AKP Bayu Heri mengatakan, SD dibawa ke Mapolresta Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan. Menurutnya, polisi menduga remaja tersebut berkaitan dengan pembuangan bayi yang diduga baru lahir pada Sabtu dini hari.
“Ada salah satu warga yang kita amankan dan kita bawa ke Mapolresta Bengkulu karena ada dugaan remaja berinisial SD tersebut yang membuang bayi dan diduga baru lahir pada Sabtu subuh,” ujar Bayu, Sabtu (19/9/2026).
Bayu menjelaskan, penyelidikan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat mengenai penemuan jenazah bayi. Petugas kemudian menyusuri aliran selokan di sekitar lokasi dan menemukan bekas darah yang menjadi salah satu petunjuk dalam proses penyelidikan.
Dari penelusuran tersebut, polisi kemudian mengarah kepada SD yang diketahui tinggal di sekitar lokasi. SD diketahui masih berstatus sebagai pelajar salah satu SMK di Kota Bengkulu.
Ketua RT 15 Jalan Melati, Bumi Ayu, Rosneli, membenarkan bahwa SD merupakan warga di wilayahnya. “Iya, tadi ada yang dibawa. Setahu kami dia (SD) itu masih sekolah,” kata Rosneli.
Sebelumnya, warga kawasan Perumahan Indotama, Jalan Melati RT 15 RW 3, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, dikejutkan dengan penemuan jenazah bayi di dalam aliran selokan pada Sabtu siang.
Jenazah bayi pertama kali ditemukan seorang warga yang sedang memancing. Warga tersebut melihat kantong plastik berwarna hitam mengambang di aliran selokan dan kemudian mendapati bagian kepala bayi terlihat dari dalam kantong.
Temuan itu membuat warga terkejut. Warga kemudian menutup bagian kantong tersebut dan melaporkan penemuan jenazah bayi kepada warga sekitar serta ketua RT.
“Tadi ada plastik (kantong plastik), terus ada kepalanya. Langsung kami tutup dan kami lapor sama RT,” ujar Vigo, warga yang menemukan jenazah bayi tersebut.
Petugas kemudian mengevakuasi jenazah bayi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk penyebab kematian bayi dan pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan jenazah tersebut.










