Plt Kajati Sulut Dorong Srikandi Jaga Desa Perkuat Kelembagaan hingga Desa

 

KOTAMOBAGU, eWarta.co — Srikandi Jaga Desa Sulawesi Utara menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menempati peringkat pertama berdasarkan jumlah anggota. Hingga 18 Oktober 2026, organisasi ini tercatat memiliki 19.141 anggota.

Capaian tersebut menjadi modal strategis untuk memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan pembangunan desa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, mendorong agar keunggulan dari sisi jumlah anggota dibarengi dengan penguatan kelembagaan dan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya anggota, tetapi juga harus tercermin melalui program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebagai organisasi sayap Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Srikandi Jaga Desa memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas perempuan, memperluas partisipasi masyarakat, serta mendukung tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.

Peran tersebut juga berkaitan dengan program JAGA DESA (Jaksa Garda Desa dan Kelurahan), yang mendorong sinergi antara pemerintah desa dan aparat penegak hukum untuk meningkatkan kesadaran hukum serta mencegah potensi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan desa.

Untuk memastikan program berjalan efektif, penguatan struktur organisasi, tertib administrasi, dan validitas data keanggotaan perlu menjadi perhatian bersama.

Peringkat pertama nasional ini diharapkan menjadi pemacu bagi seluruh pengurus dan anggota Srikandi Jaga Desa Sulawesi Utara untuk memperluas kontribusi, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Dengan konsolidasi yang solid dan aksi nyata hingga ke tingkat desa, Srikandi Jaga Desa diharapkan mampu memperkuat peran perempuan sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, berintegritas, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.***

(Rm)