Jakarta, eWarta.co -- Petinju nasional Pino Bahari mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor di Denpasar, Bali, Senin (13/4/2026). Atlet peraih emas Asian Games 1990 itu mengalami patah engkel kaki kiri dan patah tulang rusuk kiri bagian belakang sebanyak empat ruas.
Akibat cedera tersebut, Pino harus menjalani perawatan intensif dan membutuhkan biaya operasi yang diperkirakan mencapai Rp200 juta. Kondisi ekonomi menjadi kendala, karena sehari-hari Pino bekerja sebagai pengemudi ojek online dan panitia tinju lokal dengan penghasilan terbatas.
Ketua Indonesia Peduli Olahraga (IPO), Erwiyantoro, menyebut kondisi ini menunjukkan masih minimnya perhatian terhadap mantan atlet berprestasi. Ia mengatakan, hingga kini Pino masih membutuhkan biaya pengobatan dan perawatan lanjutan.
“Ini jadi gambaran nyata bagaimana nasib atlet setelah tidak lagi bertanding. Saat ini Pino masih kesakitan dan butuh bantuan biaya pengobatan,” ujar Erwiyantoro.
Ia juga menyoroti belum adanya perhatian dari pihak terkait, termasuk pemerintah dan organisasi olahraga, terhadap kondisi yang dialami Pino.
Menurutnya, mantan atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa seharusnya mendapatkan perhatian dan dukungan, terutama saat menghadapi kondisi darurat seperti ini.
IPO berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga dapat lebih serius memperhatikan kesejahteraan atlet, baik saat aktif maupun setelah pensiun.









