JEMBER, eWarta.co – Antrean panjang KTP-el di Jember resmi tuntas. Pemerintah Kabupaten Jember lewat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Dispendukcapil mencatat sudah mencetak 111.648 keping KTP-el sejak awal 2026.
Keberhasilan itu dipicu program Peta Cinta atau Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan yang diluncurkan 5 Januari 2026. Program ini memindahkan layanan dari pusat kota langsung ke 31 kecamatan.
Sebelumnya, warga pelosok harus ke pusat kota untuk urus dokumen. Kendala jarak, keterbatasan blangko, dan minimnya SDM bikin proses molor berbulan-bulan. Antrean cetak KTP-el 2025 bahkan sempat menumpuk 66 ribu pengajuan.
Lewat Peta Cinta, Dispendukcapil menambah petugas khusus di tiap kecamatan dan menjamin ketersediaan blangko. Hasilnya, keluhan KTP-el tertunda lama kini sudah tidak ada lagi.
"Kami berkomitmen menjaga ketersediaan blangko KTP-el. Tidak boleh ada lagi masyarakat yang kesulitan atau menunggu lama hanya untuk mendapatkan hak identitasnya," ucap Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro.
Bupati Jember Gus Fawait menyebut Peta Cinta sebagai bentuk keadilan layanan. Selama ini warga desa, pegunungan, pinggir hutan, hingga pesisir terbebani biaya dan waktu tempuh ke kota.
"Warga Jember tidak hanya tinggal di kota. Mereka ada di desa, di pelosok, di pinggir hutan, kebun, dan pantai. Kalau layanan hanya terpusat di kota, di situlah ketidakadilan bermula," tegas Gus Fawait.
Kini tiap kecamatan diperkuat 2 petugas Dispendukcapil lengkap dengan mesin cetak, tinta, dan blangko e-KTP. Layanan adminduk tidak lagi sentralistik.
"Prioritas pembangunan Pemkab Jember hari ini bukan lagi kantor yang elitis, tetapi pelayanan yang langsung dirasakan rakyat," ujar Gus Fawait.
Pemkab Jember menargetkan momentum Peta Cinta terus dijaga agar akses adminduk gratis, cepat, dan merata tetap terwujud. (Hafit)
Foto; Bupati Jember, Gus Fawait dan Bambang Saputro di sela pelayanan KTP elektronik.










