TEGAL, eWarta.co -- Masjid Ittihadul Ummah Debong Tengah menggelar peringatan Isra dan Miraj Nabi Besar Muhammad SAW pada Minggu (12/2/2023) malam. Pembicara dalam pengajian peringatan yakni Habib Ahmad bin Abdullah Al Athos dari Kaligayam, Kabupaten Tegal.
Ratusan jamaah dari warga sekitar hadir dalam pengajian peringatan Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad tersebut. Para alim ulama setempat juga turut hadir hingga Kepala Kelurahan Debong Tengah Rodin, ST.,MM.
Kegiatan diawali rebana dan pembacaan ayat suci Alquran oleh ustad Ahmad Muzani. Ketua Panitia kegiatan Sitobing menyampaikan bahwa kegiatan peringatan isra dan miraj Nabi besar Muhammad SAW rutin dilaksanakan dalam setiap tahunnya.
Pihaknyapun mengucap terima kasih sebesar besarnya kepada warga masyarakat yang sudah menyumbang dana guna suksesnya pelaksanaan kegiatan ini. Pihaknya juga meminta maaf bilamana banyak kekurangan dalam hal penyajian dan penyambutan dalam acara ini.
Ketua pengurus masjid Ittihadul Ummah Ustad Kardinoto didepan jamaah mengucap banyak terimakasih kepada panitia yang sudah memberikan waktu, tenaga dan pemikiran sehingga terlaksana kegiatan ini.
Kepada seluruh warga yang telah memberi sumbangsih guna terlaksana kegiatan ini juga disampaikan banyak terimakasih. Momentum ini sebagai bentuk kecintaan terhadap Baginda Nabi besar Muhammad SAW.
Semoga nanti di Yaumil qiyamah mendapatkan syafaat dari Nabi besar Muhammad SAW. Sementara itu, Lurah Debong Tengah Rodin, ST.,MM menyampaikan, bahwa Rasulullah Muhammad adalah manusia terbaik di muka bumi ini.
Beliau, Rasulullah juga diberi hak prerogatif oleh Allah SWT yakni pemberi Syafaat di Yaumil akhir. Disampaikan Rodin, bahwa dirinya sekarang ini menjabat sebagai lurah Debong Tengah, sebelumnya berdinas di Disnakerin Kota Tegal.
Sementara itu, penceramah Habib Ahmad bin Abdullah Al Athos dalam tausiyahnya menyampaikan Point point perjalanan peristiwa Isra miroj yakni perjalanan dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa (Makkah ke Palestina).
Bila secara nyata dihitung ada 40 hari perjalanan darat. Namun peristiwa ini di lakukan secara sangat singkat, itu karena izin Allah. Dan tentunya ini menjadi tanda kebesaran Allah SWT.
Tujuan Allah mengIsro' Mirajkan kanjeng nabi Muhammad itu untuk membuktikan tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.
Peristiwa Isro miroj ini merupakan peristiwa bertemunya Nabi Muhammad dengan dzat Allah SWT dan berdialog. Dikisahkan, bahwa Nabi yang sudah pernah berdialog dengan Allah SWT yakni beliau Nabi Musa.
Namun nabi Musa belum pernah melihat dzat Allah SWT. Jadi, kata habib Ahmad, peristiwa Isro mi'raj ini membuktikan bahwa betapa tinggi pangkatnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang bisa melihat secara langsung dzat Allah SWT dan berdialog langsung.
Dalam dialognya, Allah menyampaikan kepada Muhammad untuk melaksanakan ibadah Shalat dan itu wajib. Dalam kondisi apapun, kata habib Ahmad bahwa shalat itu wajib dikerjakan mulai dari baligh hingga akhir hayat.(wahid)









