BENGKULU,eWARTA.co -- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Bengkulu, Tito Adji Siswantoro mengapresiasi kabar berhasilnya penjualan saham seri B PT. Bank Bengkulu kepada PT Mega Corpora milik pengusaha kaya Chairul Tanjung.
Menurut Tito, kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat Bengkulu khususnya Pemerintah Daerah karena penjualan saham Bank Bengkulu pada perusahaan sekelas PT Mega Corpora merupakan langkah yang tepat.
"Itu memang angin segar. Mungkin dengan adanya suntikan dana segar dari CT (Chairul Tanjung) bisa memenuhi modal inti Bank Bengkulu Rp 1 Triliun. Jadi akan berdampak pada reputasi Bank Bengkulu menjadi lebih baik dan besar sebagai Bank Daerah. Dan harapan kami ini bisa teralisasi dalam sebuah perjanjian kerjasama kedua pihak," pujinya.
Ia berharap Bank Bengkulu tidak lekas berpuas diri dan terus meningkatkan kinerja di semua unit bisnis layanan yang ada sehingga setiap tahun ada penambahan modal inti sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan OJK nomor 12/POJK.03/2020 tentang konsoldasi bank umum.
"Nanti setelah modal inti Rp 1 Triliun ditahun ini maka tahun depan (2021) sesuai aturan POJK Bank Bangkulu harus mampu memiliki modal inti minimal Rp 2 Triliun hingga Rp 3 Triliun di tahun 2022. Tujuan jelas Pemerintah ini bank umum daerah termasuk Bank Bengkulu bisa menjadi Bank besar," tegasnya. (ril)









