Penilaian Kinerja Lurah Hari Ketiga, Tekankan Disiplin dan Loyalitas Aparatur

Tags

 

Kotamobagu, eWarta.co – Pemerintah Kota Kotamobagu kembali melanjutkan pelaksanaan penilaian kinerja lurah bersama perangkat kelurahan serta lembaga kemasyarakatan RT dan RW, yang kini memasuki hari ketiga.

Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Kotamobagu Barat tersebut diikuti sekitar 130 peserta, terdiri dari lurah dan perangkat kelurahan se-Kotamobagu Barat. Penilaian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat kelurahan.

Dalam kegiatan tersebut, Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, S.STP, menegaskan bahwa disiplin kerja merupakan fondasi utama dalam membangun kinerja aparatur yang profesional dan berkualitas.

Menurutnya, Kecamatan Kotamobagu Barat sebagai pusat ibu kota daerah memiliki tantangan yang lebih kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, aparatur dituntut tidak hanya disiplin, tetapi juga memiliki kemampuan yang agile, yakni responsif, adaptif, solutif, komunikatif, serta inovatif dalam menghadapi berbagai persoalan pelayanan publik.

“Disiplin tidak dapat dipisahkan dari loyalitas. Disiplin adalah wujud nyata dari loyalitas terhadap tugas, pimpinan, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat,” ujar Sahaya.

Ia menjelaskan, tanpa disiplin yang kuat, loyalitas hanya akan menjadi konsep tanpa implementasi yang nyata dalam kinerja sehari-hari.

Dalam arahannya, Sahaya juga mengilustrasikan pentingnya kebersamaan dan keselarasan melalui analogi sebuah barisan. Menurutnya, setiap aparatur harus berada dalam satu barisan yang rapi dan searah di bawah satu komando.

“Ketika barisan itu lurus dan teratur, tujuan organisasi akan lebih mudah dicapai. Namun jika ada yang keluar dari barisan, maka bukan hanya dirinya yang terdampak, tetapi juga memengaruhi kekuatan dan keteraturan organisasi secara keseluruhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketidakteraturan dalam “barisan” birokrasi akan berdampak pada melemahnya koordinasi, terganggunya pelaksanaan tugas, hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Untuk itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan sebagai bentuk loyalitas terhadap aturan, tugas, serta arah kebijakan pemerintah daerah.

“Ketika setiap aparatur bekerja sesuai peran dan tanggung jawabnya, serta berada dalam satu arah kebijakan yang sama, maka tata kelola pemerintahan akan berjalan efektif, terukur, dan mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” pungkasnya.***