Pengurus Daerah Harapkan Pemimpin Pemersatu pada Muktamar Rabithah Alawiyah

 

JAKARTA, eWarta.co – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nasional Rabithah Alawiyah yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang, berbagai diskusi mengenai sosok yang dinilai layak memimpin organisasi mulai berkembang di kalangan Alawiyyin, termasuk pengurus tingkat wilayah dan cabang di berbagai daerah.

Salah satu pengurus Rabithah Alawiyah Depok, Prof. Dr. Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim, menyampaikan bahwa muktamar mendatang akan menjadi momentum penting untuk memilih Ketua Umum Rabithah Alawiyah yang mampu membawa organisasi menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang dan jaringan yang luas, Rabithah Alawiyah membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga mampu membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh elemen, mulai dari pengurus pusat, DPW, DPC, para habaib, ulama, akademisi, pemerintah hingga masyarakat luas.

"Dalam berbagai perbincangan yang berkembang di daerah, sejumlah nama dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak yang dapat menjadi modal kepemimpinan organisasi ke depan." katanya, Minggu (21/6/2026).

Beberapa nama yang kerap disebut dalam diskusi menjelang Muktamar Rabithah Alawiyah antara lain Habib Muhsin Idrus Alhamid yang saat ini menjabat sebagai Anggota Dewan Syuro DPP Rabithah Alawiyah.

Selain itu, terdapat Prof. Muhammad Anis Shahab yang merupakan Ketua Dewan Mustasyar DPP Rabithah Alawiyah dan dikenal sebagai akademisi dengan jejaring luas di tingkat nasional maupun internasional.

Nama lain yang juga masuk dalam pembicaraan adalah Ahmad Fahmi Assegaf, Anggota Dewan Syuro DPP Rabithah Alawiyah, serta Prof. Muhammad Mohdar Alhamid yang saat ini menjabat Sekretaris Umum DPP Rabithah Alawiyah dan pernah menjadi Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI periode 2012–2017.

Kemudian, Habib Hasan bin Abdulkadir Alatas yang merupakan Anggota Dewan Mustasyar DPP Rabithah Alawiyah juga disebut sebagai salah satu figur yang aktif menjalin silaturahmi dengan pengurus wilayah dan cabang, ulama, akademisi, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur pemerintahan.

Nama lainnya adalah Prof. Muhammad Baharun yang dikenal sebagai tokoh pendidikan nasional dan pengasuh sejumlah lembaga pendidikan, serta Habib Abdusalam Alwi Alhinduan, Ketua DPW Rabithah Alawiyah Kalimantan Barat yang aktif mengembangkan organisasi di tingkat wilayah.

Meski masing-masing figur memiliki latar belakang, pengalaman, dan kontribusi yang berbeda, harapan yang mengemuka dari berbagai daerah relatif sama. 

"Pengurus daerah menginginkan hadirnya pemimpin yang mampu merangkul seluruh komponen organisasi, memperkuat hubungan antara pusat dan daerah, menjaga persatuan, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak." ujarnya.

Selain itu, kepemimpinan Rabithah Alawiyah ke depan diharapkan tidak hanya kuat di tingkat pusat, tetapi juga dekat dengan akar rumput, mampu mendengar aspirasi daerah, dan menghadirkan program-program yang manfaatnya dapat dirasakan oleh warga Alawiyyin di seluruh Indonesia.

Muktamar mendatang pun diharapkan menjadi momentum strategis untuk memilih kepemimpinan terbaik yang mampu menjaga marwah organisasi, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan peran Rabithah Alawiyah dalam bidang sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan di tingkat nasional. (***)