Bengkulu, eWARTA.co -- Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Bengkulu Tarmizi mengungkapkan pengawasan PT Pertamina terhadap penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di daerah ini sangat lemah.
Tarmizi mengatakan dari beberapa temuan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah ini, rata-rata penyalurannya tidak sesuai dengan kebutuhannya serta tidak ada pengawasan.
"Dari investigasi langsung, proses pengisian BBM Pertalite di SPBU Kota Bengkulu saja sudah banyak yang tak sesuai. Banyak ditemukan kendaraan roda dua yang sama selalu bolak-balik mengisi BBM jenis Pertalite ini," kata Tarmizi, Kamis (14/7/2022).
Tarmizi mendorong pihak SPBU dan Pertamina melakukan perbaikan penyaluran dan teliti dalam melayani pembelian sehingga BBM subsidi ini nantinya bisa tepat sasaran.
“Pastikan motor-motor seperti pengunjal dan modifikasi dipantau. Mereka bolak balik membeli Pertalite. Roda dua ini yang sebenarnya bisa merusak dan over target,” ujar Tarmizi.
Sejauh ini Pertalite bersubsidi sangat dibutuhkan masyarakat, bukan hanya untuk kepentingan transportasi, tetapi juga menunjang kegiatan ekonomi. Sehingga terhadap rencana penggunaan Aplikasi MyPertamina dalam pembelian BBM, menjadi alternatif perbaikan pengawasan.
"Lemahnya pengawasan terhadap kendaraan roda dua harus menjadi catatan. Dengan adanya kebijakan ini mudah-mudahan tidak ada lagi pengunjal ataupun kendaraan yang tidak layak subsidi mengisi BBM bersubsidi," katanya.









