Penderita Hydrochephalus, butuh uluran tangan

Wabup serahkan bantuan kepada keluarga Sitorus
Tags

Ewartanews-Wakil Bupati Seluma Suparto, kunjungi bayi penderita Hydrochephalus (pembesaran pada kepala karena kelebihan cairan diotak) dialami oleh Daniel Sitorus yang masih berusia 1,6 tahun, anak ke empat dari pasangan Pilihan Sitorus (34) dan Rosinta (37) warga Kelurahan Sidomulyo (Batuan) Kecamatan Seluma Selatan.

Dalam kunjungannya Wabup memberikan santunan sembako kepada keluarga Daniel, yang juga didampingi dari dinas Sosial Seluma.

"Kita Akan Berusaha bersama Dinsos dan Dinkes untuk mengumpulkan dana, agar Daniel bisa dibawah ke Palembang atau ke Jakarta, "Kata Wabup. Saat mengunjungi kediaman Daniel pengidap Hydrochephalus. Kamis 12 Juli 2018.

Pemkab Seluma melalui Dinkes dan Dinsos untuk segera mengurus Jaminan kesehatan keluarga Daniel, BPJS dan Jamkesda.

"Kita urus dulu BPJS dan Jamkesda, supaya nanti dapat meringankan beban keluarga Daniel. Selain itu juga mengumpulkan dana untuk berobat, "Ujar Wabup. Sungguh mengharukan keluarga Daniel ini, sebab Bapaknya lagi sakit juga sehingga belum bisa bekerja, Kedua Neneknya juga lagi sakit.

"Bapak daniel sakit, Nenek Kakeknya juga lagi sakit, sehingga butuh sekali bantuan. Dengan ini kita berikan bantuan beras, karnet, telor dan lain, untuk meringankan beban mereka. Bantuan ini sebagian dari Dinas Sosial, selain itu warga sini harus juga membantu apapun itu bentuknya, "Ungkap Wabup.

Sementara itu, Bapak dari Daniel Sitorus penderita Hydrochephalus, Pilihan Sitorus menyampaikan, ucapan terima kasihnya atas kunjungan pak wabup. Katanya, Anaknya tersebut lahir dengan normal dan tidak ada gejala.

"Terima Kasih Pak Wabup, sudah dua kali berikan bantuan. Anak saya ini lahirnya normal, dan penyakit ini tidak ada gejala. Tiba-tiba saja kepalanya sakit dan membesar dimulai dia berumur 3 bulan ditahun 2017 lalu, "Sampai Sitorus.

Daniel ini sudah sering kali dibawah kerumah sakit di Bengkulu namun dokter merujuk ke Palembang atau ke Jakarta. "Sudah sering kali dibawak kerumah sakit m yunus. Kata dokter Hydrochephalus harus dirujuk ke Palembang atau kejakarta karen dibengkulu tidak ada Dokter Spesialis Saraf, Sitorus sehari - harinya berkerja sebagai petani dan buruh harian.

"Anak saya sakit, saya sakit, ibuk sama bapak juga lagi sakit. Dulu ada BPJS Mandiri karena kondisi kita yang kayak gini sudah tidak dibayari lagi, "Jelas Sitorus.