Pemuda Jember Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka, Diduga Depresi Usai Bercerai

Create: Tue, 09/06/2026 - 22:45
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Misteri penemuan mayat yang telah menjadi kerangka di perbukitan Dusun Plalangan, Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember akhirnya terungkap. Polisi memastikan bahwa jasad tersebut adalah Hasan Basri alias Sanah (32), warga setempat yang sempat dilaporkan hilang sejak pertengahan April 2026 lalu.

​Korban diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya akibat mengalami depresi berat setelah biduk rumah tangganya kandas.

​Kapolsek Mayang, AKP Dian Eko Trimuryono, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan oleh Polsek Mayang bersama Tim Inafis Polres Jember pada Selasa (9/6/2026), petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

​"Hasil visum saat ini masih berproses, namun keterangan sementara menunjukkan tidak ada indikasi kekerasan. Korban meninggal dunia diduga bukan akibat tindak pidana," tegas AKP Dian, Selasa (9/6/2026).

​Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban baru sekitar dua bulan tinggal di rumah orang tuanya yang berlokasi di Dusun Plalangan RT 002 / RW 007. Diketahui, Sanah sebelumnya menikah dengan seorang wanita asal Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari. Namun, sang istri kemudian mengajukan gugatan cerai.

​Perceraian inilah yang diduga menjadi pemantik depresi mendalam bagi korban.

​“Rupanya menyusul perceraian ini, korban mengalami depresi. Dia tidak mau makan, enggan tinggal di rumah orang tuanya, hingga akhirnya pergi tanpa pamit,” ungkap AKP Dian.

​Pihak keluarga yang kebingungan sempat membuat laporan kehilangan ke pihak berwajib. Tak hanya itu, mereka juga menyebarkan informasi hilangnya korban melalui sejumlah grup Facebook komunitas warga Jember.

​Setelah hampir dua bulan tanpa kabar, pencarian korban berakhir tragis pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang buruh tani yang hendak memanen ketela pohon (singkong) di area perbukitan desa setempat.

​Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah dalam bentuk tulang belulang dan tengkorak. Pakaian korban berupa baju, celana, dan sarung ditemukan terpisah dengan jarak sekitar 2 meter dari kerangka utama.

​Mendapat laporan dari warga pada pukul 06.30 WIB, Kepala Dusun Plalangan, Handoso, langsung bergerak mengecek lokasi dan meneruskan laporan tersebut ke Polsek Mayang.

​Pihak kepolisian menduga korban sengaja menyendiri di area perbukitan yang sepi tersebut tanpa makan dan minum hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

​Setelah diidentifikasi bersama pihak keluarga di lokasi kejadian, jenazah korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Mayang. Pihak keluarga menolak otopsi dan langsung membawa pulang jenazah untuk segera dimakamkan secara layak.

​Dengan tidak ditemukannya bukti kekerasan, pihak kepolisian resmi menutup kasus ini dan menyatakannya murni sebagai kematian non-pidana. Tragedi ini menjadi pengingat pelik bagi masyarakat akan krusialnya kepedulian lingkungan sekitar terhadap kesehatan mental seseorang yang sedang menghadapi fase berat dalam hidup. (Hafit)