Pemprov Bengkulu Peringkat II Gerakan Serentak Kontrasepsi Nasional

Create: Mon, 27/09/2021 - 14:50
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menerima penghargaan program keluarga berencana (KB) tingkat nasional tahun 2021, Senin (27/9/21) pagi. Diterimanya tanda penghargaan tersebut atas capaian peserta KB metode kontrasepsi jangka panjang jenis intera uterine device (IUD) pada bhakti sosial gerakan serentak (Gertak) beberapa waktu lalu.

Penghargaan tersebut diserahkan secara virtual oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo kepada pemerintah daerah provinsi itu, yang diterima oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bengkulu Supran.

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Rusman Efendi mengatakan dalam pelaksanaannya baksos Gertak KB digelar pada puncak peringatan hari keluarga nasional (Harganas) dan BKKBN secara nasional menggelar pelayanan KB serentak yang menyasar satu juta akseptor. 

"Pemprov Bengkulu peringkat dua dalam pelayanan IUD yang mencapai 166,70 persen, yang di bawah Provinsi Lampung pada peringkat I dengan nilai 187,68 persen" kata Rusman.

Ia mengatakan, diterimanya penghargaan tersebut ditetapkan atas dasar keputusan Kepala BKKBN Nomor 102/KEP/E1/2021 Tentang Pemenang Pelayanan KB Serentak. BKKBN Provinsi Bengkulu meraih peringkat II dalam pencapaian pelayanan kontrasepsi jenis IUD dengan capaia sebesar 166, 70 persen. 

"Secara keseluruhan pada pelayanan Gertak 2021 Bengkulu telah berhasil melayani sebanyak 13.618 akseptor dengan berbagai jenis dan metode kontrasepsi," kata Rusman.

Melalui program KB, dan capaian tersebut bertujuan untuk menekan angka kelahiran yang tidak direncanakan dalam keluarga. Sehingga dengan demikian akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari berbagai bidang, kesehatan, pendidikan, serta pada daya beli masyarakat atau ekonomi keluarga.

Strategi dalam menngkatkan kinerja KB, lanjut Rusman, pihaknya akan menggalang kekuatan bersama mitra kerja hingga daerah. Komitmen BKKBN dengan mengoptimalkan peran tenaga penyuluh KB di sejumlah daerah kabupaten/kota dalam penyuluhan program Bangga Kencana.

Sementara itu Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Supran menyampaikan, penggerakan program KB perlu ditingkatkan mulai dari tingkat desa/kelurahan. Sehingga memberikan nilai ungkit yang besar terhadap peningkatan kualitas SDM.

Pemprov Bengkulu mengapresiasi kinerja program KB di Bengkulu yang telah meraih capaia IUD sebesar 166 persen. Keberhasilan tersebut tentunya berkat dukungan mitra kerja baik pemerintah kabupaten/kota maupun mitra teknis. Hal itu perlu dipertahankan agar menjadi pendorong dalam meraih bonus demografi.

”KB tidak hanya mengatur jarak kehamilan dan kelahiran, akan tetapi lebih menitik beratkan pada peningkatan kualitas masyarakat, baik dari bidang kesehatan, pendidikan hingga bidang ekonomi keluarga,” ujar Supran.

Demikian pihaknya terus bersama pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota menggaungkan program KB hingga pelosok desa agar minat KB di desa lebih baik. 

"Dengan demikian strategi tersebut sejalan dengan nawa cita pemerintah untuk memulai pembangunan dari perdesaan," pungkas Supran. (Bisri)