Pemprov Bengkulu Matangkan Survei IKN 2026, Libatkan 1.500 Responden

Create: Tue, 20/10/2026 - 16:06
Author: Admin 3


Bengkulu, eWarta.co -- Pemerintah Provinsi Bengkulu mematangkan persiapan Survei Indeks Kewaspadaan Nasional (IKN) 2026 yang dijadwalkan berlangsung hingga 19 November mendatang. Survei ini ditargetkan melibatkan 1.500 responden dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat tindak lanjut hasil Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Arrich Restaurant, Selasa (20/10/2026). Rapat diikuti Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, bersama jajaran terkait.

Khairil Anwar menegaskan, kesiapan pelaksanaan survei perlu dimaksimalkan, terutama dalam koordinasi lintas daerah dan pemenuhan kebutuhan responden. Menurutnya, hasil survei menjadi salah satu aspek yang diperhatikan Kementerian Dalam Negeri untuk melihat respons pemerintah kabupaten dan kota serta capaian indeks kewaspadaan di daerah.

“Persiapannya harus dibahas dan dimaksimalkan karena hasil ini juga ditunggu oleh Kemendagri, terutama untuk melihat respons kabupaten dan kota serta capaian indeks tersebut,” ujar Khairil.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bengkulu, Mif Tarul Ilmi, mengatakan kelengkapan dan ketepatan data menjadi bagian penting dalam persiapan survei. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan selanjutnya.

“Dimaksimalkan karena data ini sangat dibutuhkan untuk menentukan kebijakan selanjutnya,” ujar Mif.

Indeks Kewaspadaan Nasional merupakan indikator strategis Kementerian Dalam Negeri yang dikembangkan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum.

Indeks ini digunakan untuk memetakan dan memprediksi tingkat kewaspadaan wilayah terhadap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang berpotensi memengaruhi stabilitas sosial, politik, serta penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Survei IKN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 Oktober hingga 19 November 2026, dengan target 125 responden di setiap kabupaten dan kota. Pemprov Bengkulu berharap pelaksanaan survei berjalan optimal sehingga menghasilkan data akurat sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah.