Bengkulu, eWarta.co -- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu kini tengah memperkuat langkah strategis dalam menangani fenomena anak jalanan, pengemis, dan gelandangan (gepeng) yang masih marak di berbagai sudut kota. Fokus utama dalam kebijakan terbaru ini adalah pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dirancang agar proses penanganan di lapangan tidak lagi hanya bersifat sementara atau sekadar penertiban rutin saja. Melalui TRC, pemerintah kota ingin memastikan adanya solusi jangka panjang dan hasil akhir yang jelas bagi setiap individu yang terjaring.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, menjelaskan bahwa tim ini akan bergerak secara proaktif melakukan penjangkauan di lapangan. Tugas TRC tidak berhenti pada saat mengamankan warga di jalanan, tetapi berlanjut hingga memastikan tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu. Selama ini, upaya yang dilakukan seringkali berhenti pada tahap penertiban, namun ke depan, pemerintah berkomitmen untuk memberikan penyelesaian yang lebih substantif, seperti mengembalikan mereka ke bangku sekolah, memberikan pembinaan sosial, atau menyalurkan mereka ke pusat pelatihan kerja.
Bagi anak jalanan yang masih berada dalam usia sekolah, Dinas Sosial memprioritaskan hak pendidikan mereka. Anak-anak tersebut akan diarahkan untuk kembali mengenyam pendidikan formal. Jika terdapat kendala tertentu, mereka akan difasilitasi melalui program Sekolah Rakyat (SR) atau program pendidikan paket agar tetap memiliki masa depan yang lebih baik. Pendidikan dianggap sebagai kunci utama untuk memutus rantai aktivitas mereka di jalanan.
Namun, bagi mereka yang memang sudah tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan sekolah, Dinsos tidak akan membiarkan mereka kembali ke jalan tanpa arah. Sebagai alternatif, pemerintah akan menggandeng berbagai mitra lembaga dan dunia usaha untuk memberikan pelatihan serta penyaluran kerja yang produktif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain adalah menyalurkan mereka ke tempat usaha seperti laundry, jasa pencucian kendaraan, atau bidang pekerjaan lain yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka agar dapat hidup lebih mandiri.
Secara operasional, penanganan ini akan dilakukan secara terpadu lintas bidang di internal Dinas Sosial. Selain penanganan di lapangan, Bidang Penanganan Fakir Miskin juga dilibatkan untuk memetakan kondisi ekonomi keluarga yang bersangkutan melalui pengecekan data desil ekonomi. Dengan pendekatan komprehensif ini, bantuan pemerintah diharapkan bisa lebih tepat sasaran karena tidak hanya menyentuh individu yang berada di jalanan, tetapi juga memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi keluarga mereka di rumah.









