Pemkab Mukomuko Kembali Usulkan Jembatan Permanen Talang Buai, Kebutuhan Anggaran Capai Rp27 Miliar


MUKOMUKO, eWarta.co – Pemerintah Kabupaten Mukomuko kembali mengusulkan pembangunan jembatan permanen di Desa Talang Buai, Kecamatan Teras Terunjam, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2027. Langkah ini dilakukan menyusul kondisi Jembatan Gantung Talang Buai yang semakin menua dan dinilai tidak lagi layak untuk menopang aktivitas masyarakat secara maksimal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, Ir. Apriansyah, ST., MT., mengatakan jembatan yang dibangun sekitar tahun 2005 tersebut kini telah berusia hampir 20 tahun. Sejumlah bagian konstruksi mengalami penurunan kualitas sehingga memerlukan pemeliharaan secara berkala untuk menjaga keselamatan pengguna.

Menurut Apriansyah, usulan pembangunan jembatan permanen sebenarnya telah beberapa kali diajukan ke pemerintah pusat. Namun hingga saat ini belum mendapatkan realisasi. Karena itu, Pemkab Mukomuko kembali mengajukan proposal pembangunan melalui DAK 2027 dan Program Pembangunan Jembatan Garuda yang melibatkan TNI.

“Jembatan ini sudah tidak layak dilalui kendaraan bermuatan berat. Sementara menunggu pembangunan permanen, kami hanya bisa melakukan pemeliharaan jika terjadi kerusakan,” ujarnya.

Sebagai akses vital masyarakat, jembatan sepanjang sekitar 80 meter tersebut melayani kebutuhan sekitar 1.200 jiwa. Selain menjadi jalur utama menuju permukiman warga, jembatan juga digunakan oleh pelajar, guru, petani, serta wisatawan yang hendak berkunjung ke objek wisata Air Terjun Singkai.

Tak hanya itu, jembatan tersebut menjadi akses penting menuju lahan pertanian seluas sekitar 600 hektare yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Karena perannya yang sangat strategis, pembangunan jembatan permanen dinilai mendesak untuk mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi warga.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum telah merespons usulan tersebut dengan meminta data teknis dan dokumen pendukung. Pemerintah daerah pun telah menyerahkan berbagai kebutuhan administrasi, mulai dari gambar perencanaan, kondisi eksisting jembatan hingga estimasi anggaran pembangunan yang mencapai sekitar Rp27 miliar.

Sementara itu, pemerintah desa bersama tokoh masyarakat terus mengimbau warga agar membatasi muatan kendaraan yang melintas. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi jembatan tetap aman hingga pembangunan permanen dapat direalisasikan oleh pemerintah pusat. (Na/adv)