JEMBER, eWarta.co -- Pemkab Jember bersama Bank Jatim, telah mencairkan dana insentif untuk 20.699 dari jumlah total 22.000 guru ngaji, guru kitab suci Non Muslim, Modin se Kabupaten Jember. Pencarian dilakukan secara bertahap sekitar 240 an Desa/kelurahan yang tersebar di 31 Kecamatan, mulai 9 - 17 Maret 2026.
Menurut Kabag Kesra Setda Kabupaten Jember, Nurul Hafidz Yasin, pencairan dana tersebut, dilakukan hingga 7 tahap, untuk total Pencairan Tahap 1-6 per Hari Senin, (16 Maret 2026) sebanyak 20.007 penerima. Berikutnya mengajukan SPP SPM, Selasa, (17 Maret 2026) sebanyak 692 penerima.
"Sehingga jumlah total yang sudah dicairkan sebanyak 20.699 penerima , dengan penyerapan anggaran sebesar Rp 31.048.500.000," ujar Hafidz, dikutip ewarta.co, Jum'at ( 20/3/2026).
Sementara data sisanya belum masuk/belum valid. Pihaknya, lanjut hafidz masih menunggu dari pemerintah Desa, untuk diproses SK tahap 3.
"Total yang akan masuk SK tahap 3, sebanyak 431 penerima, yang sebelumnya adalah NIK invalid, NIK bermasalah serta data yang baru masuk ke Kesra," katanya.
Sementara, Khofatul Hasanah, Salah satu penerima insentif guru ngaji muslim asal Kelurahan Wirolegi Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember, mengapresiasi pencairan dana insentif guru ngaji, yang dicairkan sebelum lebaran. Ia menyampaikan, bahwa penyaluran insentif tersebut, sangat membantu.
"Terlebih lagi, bulan Ramadan selalu identik dengan harga bahan pokok yang melonjak tinggi. Soalnya banyak kebutuhan pada lebaran ini," katanya.
Dia juga menyampaikan berterima kasih kepada Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang menepati janjinya, mencairkan insentif guru ngaji sebelum lebaran.(Hafit/adv).









