SELUMA, eWarta.co – Pasca bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang 23 desa di 9 kecamatan pada Minggu (5/3) hingga Senin lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seluma terus melakukan pengawasan intensif terhadap kondisi kesehatan warga yang terdampak.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Sri Yulia Ningsih, S.ST., mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan tim medis di lapangan, mulai ditemukan beberapa kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kalangan masyarakat.
"Berdasarkan pantauan lapangan, penyakit seperti diare dan penyakit kulit sejauh ini belum ditemukan. Namun, ada beberapa laporan terkait ISPA, tapi alhamdulillah kondisinya terkendali dan tidak masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB)," ujar Sri Yulia, Selasa (7/4/2026).
Untuk mempercepat penanganan medis, Pemerintah Kabupaten Seluma telah mendirikan dua posko kesehatan utama, yakni di wilayah Kecamatan Ulu Talo dan Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM).
Selain dua posko tersebut, Dinkes juga menginstruksikan seluruh Puskesmas dan bidan desa di wilayah terdampak lainnya untuk tetap siaga.
"Untuk kecamatan lain, pemantauan kesehatan dilakukan langsung oleh petugas Puskesmas dan bidan desa. Mereka tetap bersiaga memantau kondisi warga secara mobile," tambahnya.
Dinkes Seluma mengimbau warga terdampak banjir untuk tidak ragu memeriksakan kesehatan jika merasakan keluhan medis. Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat, baik bidan desa maupun Puskesmas, telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan prioritas bagi korban bencana.
"Kepada seluruh masyarakat, jika merasakan gejala penyakit seperti diare, ISPA, gatal-gatal pada kulit, atau keluhan kesehatan lainnya, segera periksakan diri ke bidan desa atau fasilitas kesehatan terdekat agar segera mendapatkan pengobatan," pungkasnya. (Rns)









