Bengkulu, eWarta.co - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu tahun 2024 mengalami keterbatasan signifikan akibat alokasi dana untuk pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada).
Menyikapi hal ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengambil langkah-langkah proaktif dalam mengatasi keterbatasan anggaran tersebut.
"Jangan hanya bergantung pada APBD kita. Setiap OPD harus kreatif dan proaktif dalam mencari solusi untuk mengatasi keterbatasan anggaran yang ada," ujar Edwar Samsi, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu.
Edwar menekankan bahwa keterbatasan APBD tidak boleh menjadi penghalang bagi pembangunan di Provinsi Bengkulu.
Ia mendorong OPD untuk memanfaatkan program-program yang ditawarkan oleh kementerian dan lembaga terkait sebagai sumber pembiayaan alternatif.
"Banyak anggaran yang dialokasikan oleh kementerian dan lembaga pusat yang dapat membantu daerah mengatasi keterbatasan anggaran," jelas Edwar.

Lebih lanjut, Edwar juga menyampaikan pentingnya koordinasi dan sinergi antar OPD dalam mengidentifikasi dan mengajukan program-program yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
"Perlu diketahui, bantuan dari pusat tidak hanya dalam bentuk anggaran, tetapi juga dalam bentuk fisik maupun kegiatan pemberdayaan," imbuhnya.
Edwar juga menegaskan kesiapan DPRD untuk mendampingi dan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam membantu OPD mendapatkan program-program atau pendanaan yang dibutuhkan.
"Namun, kunci utama tetap terletak pada proaktifitas OPD dalam memanfaatkan peluang yang ada," tegas Edwar.
Diharapkan dengan langkah-langkah proaktif dan kreatif dari OPD, pembangunan di Provinsi Bengkulu dapat tetap berjalan optimal meskipun dalam keterbatasan anggaran, dan masyarakat dapat terus merasakan manfaatnya. (Adv)









